Ilustrasi bendera AS dan Tiongkok, serta mata uang dolar. (Kaboompics.com/Pexels)
JawaPos.com - Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok mengumumkan bahwa keduanya akan bertemu dan bernegosiasi di Jenewa, Swiss pada akhir minggu ini. Pertemuan ini merupakan buntut dari perang dagang yang memanas antara dua kekuatan ekonomi besar tersebut.
Dilansir dari The Washington Post, negosiator dari Tiongkok akan duduk bersama dengan Menteri Kuangan AS Scott Bessent dan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer. Sementara Tiongkok akan diwakili oleh Menteri Perdagangan Hei Lifeng.
"Atas dasar pertimbangan sepenuhnya mengenai ekspektasi global, kepentingan Tiongkok, dan seruan dari industri AS serta konsumen, Tiongkok telah memutuskan untuk terhubung dengan AS," terang Lifeng dalam pertanyaan seperti yang dikutip dalam The Washington Post.
Semetara itu, Bessent menulis di akun X resminya bahwa, "Kami (AS dan Tiongkok) akan bertemu pada hari Sabtu dan Minggu untuk membahas kepentingan bersama. Tarif dan hambatan perdagangan saat ini tidak dapat terus dipertahankan, tetapi kami tidak ingin memutus hubungan."
Menteri Keuangan AS ini juga melanjutkan, "yang kami inginkan hanyalah perdagangan yang adil."
Dilansir dari Reuters, negosiasi yang akan dilangsungkan di Swiss tersebut diharapkan untuk membahas pengurangan tarif yang lebih luas. Pertemuan ini juga akan membicarakan mengenai bea masuk atas produk-produk tertentu, kontrol ekspor, dan tentang keputusan Trump untuk mengakhiri pengecualian de minimis terhadap produk impor bernilai rendah.
Seperti yang diketahui, Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif terhadap Tiongkok dan banyak negara lain pada awal April lalu. Tiongkok pun pada akhirnya membalas dengan tarif bea masuk terhadap barang-barang dari AS, menyebabkan keduanya berada dalam perang dagang yang memanas.
Saat ini, barang-barang Tiongkok yang masuk ke AS dikenai tarif hingga 145% sementara barang AS yang masuk ke Tiongkok mendapat tarif sebesar 125%.
Sejauh ini, Tiongkok merespons tarif AS dengan sikap tegas dan keduanya sama-sama mengklaim tidak akan melakukan negosiasi. Dilansir dari NPR, seorang juru bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok menyatakan bahwa Beijing terbuka untuk negosiasi, namun tidak akan mengorbankan prinsip-prinsipnya untuk sembarang kesepakatan.
Pertemuan pada akhir pekan ini dapat menandakan mulai melunaknya ketagangan antara kedua negara karena dampak dari perang dagang yang berlarut-larut terhadap ekonomi masing-masing. (*)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
