Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 April 2025 | 22.59 WIB

Paus Fransiskus Meninggal Dunia setelah Dirawat karena Pneumonia Ganda

Paus Fransiskus. (AP) - Image

Paus Fransiskus. (AP)

JawaPos.com – Paus Fransiskus, pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma ke-266, meninggal dunia pada Senin (21/4) pagi pukul 07.35 waktu Roma, setelah berjuang melawan komplikasi paru-paru yang berkepanjangan. 

Kabar duka ini disampaikan oleh Kardinal Kevin Farrell selaku Camerlengo, yang mengumumkan bahwa Gereja Katolik kini memasuki masa sede vacante, yakni periode kosongnya Tahta Suci. “Paus Fransiskus telah kembali ke rumah Bapa. Kita semua kehilangan seorang gembala sejati yang dekat dengan umat dan penuh belas kasih,” ucapnya dikutip dari The Guardian, Senin (21/4).

Paus yang biasa disapa Pope Francis itu sebelumnya menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Gemelli, Roma, sejak pertengahan Februari 2025. Awalnya, ia dirawat karena bronkitis akut, namun kondisinya memburuk dan berkembang menjadi pneumonia ganda. Tim dokter kepausan menyatakan bahwa Paus sempat mengalami kesulitan bernapas dan harus mendapat perawatan antibiotik serta pengawasan medis penuh selama lebih dari sebulan.

Meski tengah dirawat, Vatikan melaporkan bahwa Paus tetap aktif secara spiritual. Dalam siaran resmi Vatican News pada 26 Februari, disebutkan bahwa ia menerima Ekaristi setiap hari dan menyampaikan beberapa keputusan penting melalui staf-staf dekatnya. “Beliau menunjukkan semangat pastoral yang kuat meski secara fisik melemah,” tulis laporan tersebut.

Kondisi Paus sempat menunjukkan perbaikan ringan menjelang akhir Maret. Namun pada Minggu Paskah, 20 Maret 2025, ia tidak muncul di balkon Basilika Santo Petrus untuk menyampaikan pesan Urbi et Orbi seperti tradisi biasanya. Sebagai gantinya, Kardinal Angelo Comastri membacakan pesan tersebut di hadapan ribuan peziarah yang hadir, memunculkan kekhawatiran bahwa kondisi Paus lebih serius dari yang sebelumnya diberitakan.

Pihak rumah sakit maupun Vatikan tidak memberikan rincian harian tentang perkembangan terakhir kesehatan beliau. Namun, sumber internal menyebut bahwa Paus mengalami kelelahan kronis dan gangguan pernapasan berat beberapa hari sebelum wafat pada usia 88 tahun. Ia meninggal dengan tenang di tempat tidurnya, didampingi oleh para biarawan dan staf medis.

Wafatnya Paus Fransiskus mengakhiri masa kepemimpinan selama lebih dari 12 tahun. Meski dalam kondisi kesehatan yang menurun di tahun-tahun terakhir, ia tetap konsisten menjalankan tanggung jawab spiritualnya hingga saat-saat terakhir. 

Umat Katolik di seluruh dunia kini tengah berkabung, sementara Vatikan bersiap menyelenggarakan rangkaian upacara pemakaman kenegaraan yang akan digelar dalam beberapa hari ke depan.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore