Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 April 2025 | 23.04 WIB

Balas AS, Tiongkok Batasi Film Hollywood di Negaranya

ilustrasi: Aktor Brad Pitt menghadiri acara promosi film Allied di Shanghai, Tiongkok, pada tahun 2016. (Reuters) - Image

ilustrasi: Aktor Brad Pitt menghadiri acara promosi film Allied di Shanghai, Tiongkok, pada tahun 2016. (Reuters)

JawaPos.com - Aksi saling balas antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok terus berlanjut. Kini, perang dagang antara kedua negara sudah merambah dunia hiburan. Pemerintah Tiongkok resmi mengumumkan akan membatasi penayangan film-film asal Hollywood di wilayahnya. 

Langkah ini diambil sebagai respons atas kenaikan tarif resiprokal produk impor Tiongkok oleh AS sebesar 145 persen. Angka ini naik dari pengumuman sebelumnya sebesar 125 persen. 

Keputusan tersebut diumumkan oleh Administrasi Film Nasional Tiongkok pada Kamis (10/4). Dikutip dari Aljazeera, Jumat (11/4), pihak Administrasi Film Nasional Tiongkok sudah bergerak untuk melakukan pengurangan film-film Hollywood di pasar domestik secara ekstrem. 

Pihak Administrasi Film Nasional Tiongkok mengungkapkan, Pemerintah AS telah mengambil langkah yang salah dengan menyalahgunakan tarif resiprokal pada Tiongkok. Sebab, ini pasti akan semakin mengurangi dukungan penonton domestik terhadap film-film Amerika. 

“Kami akan mengikuti aturan pasar, menghormati pilihan penonton, dan mengurangi secara moderat jumlah film Amerika yang diimpor,” tulis pihak Administrasi Film Nasional Tiongkok dalam keterangan resminya.

Keputusan ini tidak terlalu mengejutkan bagi sejumlah pengamat, yang telah meramalkan bahwa Tiongkok mungkin menargetkan Hollywood sebagai bagian dari tanggapannya terhadap lonjakan tarif AS. Meski sangat selektif dengan hanya menerima 10 film setahun dari Hollywood, namun pasar Tiongkok dinilai cukup menggiurkan sebagai sumber pendapatan utama bagi raksasa studio film AS. 

Menurut Chris Fenton, penulis Feeding the Dragon: Inside the Trillion Dollar Dilemma Facing Hollywood, the NBA, and American Business, mengatakan bahwa pesan yang dikirim Tiongkok ini tidak boleh dianggap remeh oleh industri hiburan AS. Mengingat, kekuatan budaya simbolis industri tersebut.

“Hukuman yang diberikan kepada Hollywood ini adalah langkah penuh percaya diri dari Beijing yang menguntungkan di semua sisi dan pasti akan menarik perhatian Washington,” ujar Fenton kepada kantor berita Reuters.

Dari sisi box office, pamor film Barat memang mengalami penurunan di Tiongkok. Saat ini, film Hollywood hanya menyumbang sekitar 5 persen dari total pendapatan bioskop di sana. Namun, ancaman pengurangan distribusi tetap menjadi peringatan serius, terutama menjelang perilisan film-film blockbuster seperti Mission: Impossible – The Final Reckoning, reboot Superman dari Warner Bros., hingga The Fantastic Four dari Marvel.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump sepertinya tak terlalu peduli dengan ancaman tersebut. Pada Kamis, ia menanggapi langkah Tiongkok dengan nada ringan, meskipun telah mendapat banyak kritikan tajam dari insan Hollywood.

“Saya rasa, saya pernah mendengar hal yang lebih buruk,” katanya saat menjawab pertanyaan wartawan.

Sementara itu, pihak IMAX (IMAX.N) mengatakan, pihaknya memperkirakan jadwal pemutaran film berformat besarnya, yang mencakup film-film Hollywood, Tiongkok, dan internasional, tidak akan terpengaruh secara material oleh pembatasan tersebut.

“Kami terus memperkirakan tahun yang kuat untuk IMAX di Tiongkok, setelah kuartal pertama kami yang menghasilkan pendapatan kotor tertinggi di negara ini," kata juru bicara IMAX dalam sebuah pernyataan kepada Reuters.

Senada, Seth Shafer, analis utama di S&P Global Market Intelligence Kagan, memperkirakan pembatasan tersebut akan berdampak terbatas. “Hanya sekitar 25 persen film Hollywood yang dirilis secara luas di AS sekarang bisa tayang di Tiongkok, dan angka itu terus menurun karena makin kuatnya persaingan dari industri film lokal Tiongkok,” katanya. Bahkan, untuk film AS yang berhasil tayang di Tiongkok, biasanya pendapatan dari box office di sana cuma menyumbang kurang dari 10 persen dari total pendapatan global film tersebut. (mia)

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore