
Ilustrasi awan hitam menyelimuti kota Istanbul, Turki, pada siang hari sehingga membuat menjadi gelap seperti malam hari.
JawaPos.com - Kota İstanbul di Turki mendadak viral setelah dalam sebuah video yang tersebar di media sosial seperti suasana malam hari. Padahal, rekaman video menunjukkan siang hari. Itu lantaran awan hitam tampak di langit menyelimuti Istanbul sehingga membuat gelap seperti pada malam hari.
Dalam video terlihat awan bergerak ke Kota Instanbul sehingga suasana menjadi gelap gulita. Peristiwa alam itu terjadi pada Selasa (18/4) lalu.
"Awan tebal sepanjang 7 kilometer melewati İstanbul. Sementara itu, matahari menghilang dalam 5 menit, dan hari berubah menjadi malam. Beberapa orang mengomentari kiamat," cuit Forum Meteorologi Turki Hava Forum saat membagikan video tersebut.
Saat awan gelap turun melintasi İstanbul, hujan lebat mulai turun di seluruh kota. Pemandangan aneh itu membingungkan pengguna internet lainnya.
"Kiamat sudah dekat," komentar seorag warganet yang membagikan video tersebut. Sementara pengguna Twitter lainnya bertanya, "Apa itu?"
Situs berita teknologi TechnoPixel menyebut bahwa awan tebal iitu mungkin merupakan awan kumulonimbus yang sangat besar dan berwarna gelap. Juga dikenal sebagai awan petir karena sering memiliki dasar yang sangat gelap dan menggantung rendah, mencapai beberapa ratus kaki di atas tanah. Awan kumulonimbus adalah satu-satunya awan yang menghasilkan hujan es, guntur, dan kilat, serta menyebabkan hujan lebat.
Awan kumulonimbus yang sangat tebal dan lembap bisa terlihat sangat gelap karena hanya sedikit cahaya yang masuk. Hal ini setidaknya dapat menjelaskan kegelapan yang tiba-tiba terjadi di Istanbul saat awan menghalangi matahari.
Awan kumulonimbus biasanya terbentuk sebagai hasil dari awan uap air yang lebih kecil di troposfer bawah yang dibangun ke atas karena arus udara konvektif. Awan ini kemudian tumbuh semakin tinggi dan mengandung lebih banyak air, sampai akhirnya memiliki jumlah energi yang sama dengan 10 bom nuklir berukuran Hiroshima, menurut Met Office. Awan ini biasanya mencapai ketinggian sekitar 40.000 kaki tetapi kadang-kadang diukur setinggi hampir 70.000 kaki.
Awan kumulonimbus sering menghilang dengan cepat setelah hujan badai, seperti yang juga dilaporkan terjadi pada awan gelap di atas Istanbul, dengan matahari muncul kembali setelah hanya lima menit cuaca gelap.
Pengguna Twitter lain di İstanbul berbagi gambar dari dalam kota saat awan masuk, menunjukkan suasana tiba-tiba gelap. Salah satu pengguna, @diversoce, mem-posting gambar yang menunjukkan sebuah mobil van harus menyalakan lampu depannya saat gelap. Pengguna lain, @profabuzerkomrc, mengunggah video hujan deras yang mengguyur Kota Istanbul.
Setelah awan, cuaca berubah menjadi cerah dan tampak pelangi besar terlihat di langit. Pengguna Twitter @zlem215857762 mem-posting gambar pelangi dan berkomentar "Cukup bagus setelah gelap".
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
