
SAMPAIKAN ASPIRASI: Warga Korea Selatan yang berdemonstrasi di luar gedung parlemen di Seoul mendukung pemakzulan Presiden Yoon Suk-yeol kemarin (7/12). (AFP)
JawaPos.com – Upaya melengserkan Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk-yeol buntut keputusan kontroversialnya menerapkan darurat militer gagal. Itu terjadi setelah kalangan oposisi tak berhasil memenuhi kuota minimum untuk melakukan pemakzulan.
Butuh minimal 200 suara dari total 300 suara di parlemen Korsel untuk bisa melanjutkan proses pemakzulan ke fase berikutnya. Total suara kubu oposisi mencapai 192. Mereka harus mampu menggaet minimal delapan suara lagi dari partai berkuasa, Partai Kekuatan Rakyat.
’’Dengan total 195 suara, jumlah tersebut tak memenuhi kuota minimal dua pertiga dari total suara di parlemen. Karenanya, saya putuskan mosi (tidak percaya) ini tidak valid,” kata Ketua Parlemen Korsel Woo Won-shik.
Keputusan itu disambut kekecewaan sekitar 150 ribu orang yang berdemonstrasi di luar gedung parlemen di Seoul. Mereka berkumpul di sana selama berjam-jam sembari meneriakkan yel-yel serta membawa spanduk dan poster dukungan untuk pemakzulan Yoon. Di salah satu spanduk terbaca, ’’bekerjalah dengan benar”, yang tentunya ditujukan kepada para legislator.
Yoon menerapkan darurat militer yang hanya bertahan beberapa jam pada Selasa (3/12) lalu setelah dibatalkan parlemen. Itu darurat militer pertama yang diterapkan di Korsel selama empat dekade terakhir. Atau yang pertama sejak Negeri Ginseng itu lepas dari rezim militer dan menerapkan pemilihan presiden langsung kali pertama pada 1987.
Karena itu, sebagian demonstran tampak menangis atas kegagalan parlemen memakzulkan Yoon. Sebagian lainnya meneriakkan kekecewaan kepada para legislator.
’’Meskipun kami gagal mendapatkan yang kami inginkan hari ini (kemarin), kami tidak putus asa karena pada akhirnya kami akan mendapatkannya,” kata Jo Ah-gyeong, salah seorang demonstran, kepada AFP.
Dijajal Lagi
Kalangan oposisi juga tidak putus asa. Mereka akan mengajukan mosi tidak percaya lagi untuk memakzulkan Yoon pada Rabu (11/12) mendatang. Para demonstran juga menyatakan siap kembali mendukung.
”Saya akan memakzulkan Yoon Suk-yeol yang telah menjadi ancaman paling membahayakan bagi Korea Selatan dengan segala cara,” kata Lee Jae-myung, pemimpin oposisi.
Minta Maaf
Sebelum proses di parlemen, Yoon meminta maaf atas kegaduhan yang dibuatnya terkait keputusan menerapkan darurat militer. Dia berjanji tidak akan mengumumkan darurat militer kedua.
’’Deklarasi darurat militer ini berasal dari keputusasaan saya sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas urusan negara. Saya sangat menyesal dan dengan tulus meminta maaf kepada warga,’’ ujarnya (6/12). (dee/c6/ttg)

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
