Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 8 Desember 2024 | 20.33 WIB

Gagal Makzulkan Presiden Yoon Suk-yeol, Oposisi Korsel Akan Mengajukan Lagi Mosi Tidak Percaya

SAMPAIKAN ASPIRASI: Warga Korea Selatan yang berdemonstrasi di luar gedung parlemen di Seoul mendukung pemakzulan Presiden Yoon Suk-yeol kemarin (7/12). (AFP) - Image

SAMPAIKAN ASPIRASI: Warga Korea Selatan yang berdemonstrasi di luar gedung parlemen di Seoul mendukung pemakzulan Presiden Yoon Suk-yeol kemarin (7/12). (AFP)

JawaPos.com – Upaya melengserkan Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk-yeol buntut keputusan kontroversialnya menerapkan darurat militer gagal. Itu terjadi setelah kalangan oposisi tak berhasil memenuhi kuota minimum untuk melakukan pemakzulan.

Butuh minimal 200 suara dari total 300 suara di parlemen Korsel untuk bisa melanjutkan proses pemakzulan ke fase berikutnya. Total suara kubu oposisi mencapai 192. Mereka harus mampu menggaet minimal delapan suara lagi dari partai berkuasa, Partai Kekuatan Rakyat.

’’Dengan total 195 suara, jumlah tersebut tak memenuhi kuota minimal dua pertiga dari total suara di parlemen. Karenanya, saya putuskan mosi (tidak percaya) ini tidak valid,” kata Ketua Parlemen Korsel Woo Won-shik.

Keputusan itu disambut kekecewaan sekitar 150 ribu orang yang berdemonstrasi di luar gedung parlemen di Seoul. Mereka berkumpul di sana selama berjam-jam sembari meneriakkan yel-yel serta membawa spanduk dan poster dukungan untuk pemakzulan Yoon. Di salah satu spanduk terbaca, ’’bekerjalah dengan benar”, yang tentunya ditujukan kepada para legislator.

Yoon menerapkan darurat militer yang hanya bertahan beberapa jam pada Selasa (3/12) lalu setelah dibatalkan parlemen. Itu darurat militer pertama yang diterapkan di Korsel selama empat dekade terakhir. Atau yang pertama sejak Negeri Ginseng itu lepas dari rezim militer dan menerapkan pemilihan presiden langsung kali pertama pada 1987.

Karena itu, sebagian demonstran tampak menangis atas kegagalan parlemen memakzulkan Yoon. Sebagian lainnya meneriakkan kekecewaan kepada para legislator.

’’Meskipun kami gagal mendapatkan yang kami inginkan hari ini (kemarin), kami tidak putus asa karena pada akhirnya kami akan mendapatkannya,” kata Jo Ah-gyeong, salah seorang demonstran, kepada AFP.

Dijajal Lagi

Kalangan oposisi juga tidak putus asa. Mereka akan mengajukan mosi tidak percaya lagi untuk memakzulkan Yoon pada Rabu (11/12) mendatang. Para demonstran juga menyatakan siap kembali mendukung.

”Saya akan memakzulkan Yoon Suk-yeol yang telah menjadi ancaman paling membahayakan bagi Korea Selatan dengan segala cara,” kata Lee Jae-myung, pemimpin oposisi.

Minta Maaf

Sebelum proses di parlemen, Yoon meminta maaf atas kegaduhan yang dibuatnya terkait keputusan menerapkan darurat militer. Dia berjanji tidak akan mengumumkan darurat militer kedua.

’’Deklarasi darurat militer ini berasal dari keputusasaan saya sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas urusan negara. Saya sangat menyesal dan dengan tulus meminta maaf kepada warga,’’ ujarnya (6/12). (dee/c6/ttg)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore