Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 November 2024 | 16.49 WIB

RI Perlu Waspadai Potensi AS Chaos

Idul Fitri menjadi momen paling membahagiakan untuk Hikmahanto. Ia biasanya mengisi Idul Fitri dengan Salat Ied bersama, berdoa bersama, hingga makan dan berfoto bersama - Image

Idul Fitri menjadi momen paling membahagiakan untuk Hikmahanto. Ia biasanya mengisi Idul Fitri dengan Salat Ied bersama, berdoa bersama, hingga makan dan berfoto bersama

JawaPos.com - Hasil pemilihan presiden (pilpres) AS akan berdampak pada hubungan diplomatik dengan Indonesia. Namun, siapa pun yang terpilih, pemerintah dua negara pasti akan beradaptasi.

Pakar hubungan internasional Hikmahanto Juwana menilai, pilpres AS akan berpengaruh ke dunia, termasuk Indonesia. Baik soal kebijakan luar negeri, ekonomi, perdagangan, maupun lainnya.

Dia mengatakan, arah kebijakan Kamala Harris maupun Donald Trump sebenarnya sudah bisa dibaca. Misalnya, jika Trump menang, perang akan bereskalasi, baik di Gaza maupun Ukraina. Sebab, Trump telah menyebutkan, jika terpilih sebagai presiden, dia akan memerintahkan militer AS menyerang Iran.

"Nah, jadi itu juga harus dicermati. Kebijakan luar negeri kita nantinya seperti apa? Apa yang kita bisa lakukan?” ungkapnya.

Karena itu, akan jadi tantangan tersendiri bagi pemerintah, khususnya Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), untuk bisa beradaptasi dengan pemimpin baru AS apabila nanti dipimpin Trump.

’’Kita tidak bisa, misalnya merasa, wah kita enggak setuju sama Trump, terus kita enggak berhubungan, enggak bisa. Jadi, bagi kita adalah beradaptasi,” papar rektor Universitas Jenderal A. Yani tersebut.

Kemenlu harus sudah memiliki strategi khusus terkait kemungkinan-kemungkinan tersebut sejak sekarang sehingga bisa menempatkan posisi Indonesia dengan baik.

Beda lagi jika Harris yang akhirnya melenggang ke Gedung Putih. Sangat mungkin hubungan dua negara bisa lebih mulus. Sebab, saat Harris menjabat wakil presiden AS saat ini, hubungan Indonesia-AS telah berjalan dengan baik.

Guru besar hukum internasional Universitas Indonesia itu memberikan catatan bahwa waktu peralihan kepemimpinan setelah pencoblosan harus diwaspadai. Sebab, ada potensi chaos di AS apabila Trump kalah.

Kondisi itu tidak hanya akan berpengaruh pada situasi dalam negeri. Ada hal besar yang juga perlu diwaspadai. Yakni, misi balas dendam Iran ke Israel atas serangan yang dilakukan pasukan Zionis pada 26 Oktober lalu.

Iran sendiri sudah bertekad untuk memberikan balasan yang lebih keras kepada Israel. "Iran menanti waktu yang tepat. Nah, waktu yang tepat itu besar kemungkinan ketika Amerika chaos, katakanlah begitu ya,” katanya.

Artinya, saat itu tidak ada komando untuk Israel ketika diserang Iran. Dengan begitu, hal tersebut bisa jadi keuntungan besar bagi Iran. (mia/c7/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore