Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 Juli 2024 | 17.36 WIB

Kekerasan Terhadap Donald Trump Bukan yang Pertama, Ini Daftar Kekerasan Politik Tiada Henti dari Masa ke Masa di Amerika

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (REUTERS/REBECCA COOK) - Image

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (REUTERS/REBECCA COOK)

JawaPos.com - Ada sekitar 26 juta orang dewasa di Amerika Serikat (AS) yang mendukung kekerasan terhadap Donald Trump. Dari jumlah tersebut, 30 persen di antaranya memiliki senjata.

Dari kelompok itukah Thomas Matthew Crooks yang melepaskan tembakan ke arah Donald Trump berasal? Masih harus menunggu investigasi lebih lanjut karena Crooks sudah tewas tertembak usai melakukan aksinya pada Sabtu (13/7) pukul 18.15 waktu Butler County, Pennsylvania, AS.

Mengutip The Guardian kemarin (14/7), angka-angka di atas merupakan hasil survei yang diadakan Universitas Chicago Juni lalu.

’’Ada lebih banyak sentimen kekerasan yang anti-Trump ketimbang pro-Trump,’’ kata Bob Pape, guru besar di Universitas Chicago yang mengomando Chicago Project on Security and Threats.

Di sisi lain, Trump dan pendukungnya juga punya jejak hitam terkait kekerasan. Salah satunya pada 6 Januari 2021. Ribuan pendukung Trump menyerbu US Capitol, tempat Kongres AS berkantor.

Retorika bernada kebencian juga lekat dengan Trump dan pendukungnya sejak kampanye yang mengantarkannya ke kursi kepresidenan pada 2016. ’’Suara-suara panas’’ itu pada akhirnya ikut mengerek suhu dukungan terhadap penggunaan kekerasan dalam politik.

Dalam survei yang sama, sebanyak 58,6 persen responden menyepakati bahwa pemilu tidak akan menyelesaikan persoalan politik dan sosial fundamental yang dihadapi AS. Dan, mayoritas pendukung kekerasan justru warga perkotaan.

’’Penembakan Trump adalah konsekuensi dukungan signifikan terhadap kekerasan politik di negara ini. Kita juga patut cemas tentang kemungkinan pembalasan ke Presiden (Joe) Biden,’’ kata Pape.

Kekerasan yang Terus Terjadi

Apa yang terjadi pada Trump sudah berkali-kali menimpa presiden, presiden terpilih, dan kandidat presiden di sepanjang sejarah AS. Sudah empat pemimpin Negeri Paman Sam yang tewas dibunuh (selengkapnya lihat grafis).

Berdasar Congressional Research Service, seperti dikutip dari CBS News, 7 di antara 9 presiden AS terakhir menjadi target assault (serangan fisik dan personal), attack (segala jenis serangan secara umum), dan percobaan pembunuhan.

Gerald R. Ford mengalaminya dua kali pada 1975. Ronald Reagan sasaran serangan yang nyaris berakibat fatal pada 1981. Bill Clinton mengalami kebakaran Gedung Putih pada 1994. Dan, George W. Bush dilempari granat yang gagal meledak saat bertemu presiden Georgia di Tbilisi, Georgia, pada 2005.

Serangan terhadap Bush itu menjadi satu-satunya serangan ke presiden AS di luar AS. Selebihnya terjadi di wilayah negara adidaya itu sendiri. Termasuk, mengutip laporan yang bersumber dari Secret Service alias Satuan Pengamanan Presiden, juga dialami Barack Obama, Donald Trump, dan Joe Biden.

Robert F. Kennedy dan George C. Wallace yang berstatus kandidat presiden seperti Trump malah bernasib lebih buruk. Kennedy terbunuh akibat serangan pada 1968, sedangkan Wallace terluka serius setelah menjadi sasaran kekerasan pada 1972. (c18/ttg)

’’TRADISI’’ KEKERASAN POLITIK SEPANJANG SEJARAH AS

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore