
Warga Palestina meninggalkan Rafah setelah pasukan Israel melancarkan operasi darat dan udara di bagian timur kota tersebut. /Foto: Mohammed Salem/Reuters
JawaPos.com - Baru-baru ini, dikabarkan lebih dari 100.000 orang telah meninggalkan Rafah setelah Israel kembali memberikan serangan bom secara brutal.
Saat ini, para pejabat kemanusiaan sedang melacak jumlah orang yang melarikan diri dari Rafah, kota paling selatan di Gaza.
Dilansir dari The Guardian, Jum’at (10/5), jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat.
Sementara itu para pengungsi baru akan tinggal di perkemahan tanpa layanan apa pun, dan diperkirakan akan tinggal di reruntuhan rumah anpa barang-barang sertakebutuhan pokok yang diperlukan untuk hidup.
Seorang pejabat PBB di Rafah mengatakan, “Ada banyak ketakutan dan keraguan, jalanan sangat padat dengan mobil, gerobak keledai, troli, truk pickup dan orang-orang yang berjalan kaki.”
“Beberapa diantaranya sudah beberapa kali mengungsi dan mencoba membawa material untuk berlindung, dan hal ini tidaklah mudah,” tambahnya.
“Kita bisa membicarakan sekitar 300.000 dalam beberapa hari, masalahnya adalah tidak ada tempat yang dapat dikunjungi oleh orang sebanyak itu dengan kondisi aman,” tambahnya.
“Dengan tidak adanya persediaan bantuan setelah tujuh bulan perang, dan pasokan ke bagian selatan Gaza terputus setelah Israel merebut perbatasan Rafah di sisi Palestina pada hari Selasa, tidak banyak lembaga yang dapat berbuat untuk membantu,” kata pejabat lain.
Ada laporan mengenai puluhan serangan udara dan pemboman berulang kali oleh tank pada hari Kamis, dengan beberapa peluncuran roket oleh Hamas ke arah Israel atau pasukan Israel.
Serangan Israel terutama terkonsentrasi di wilayah timur yang telah dievakuasi setelah instruksi untuk melakukan hal tersebut dikeluarkan pada hari Senin oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF).
Namun banyak juga dilaporkan terjadi di tempat lain di Rafah, sehingga menimbulkan korban jiwa dan ketakutan yang meluas.
Serangan Israel terjadi meskipun ada tentangan eksplisit dari AS, hal ini telah memicu krisis baru dalam hubungan antara Israel dan sekutu setianya.
Dimana Presiden AS, Joe Biden, mengatakan dia akan memutus pasokan amunisi khusus AS yang digunakan oleh Israel untuk menyerang lingkungan perkotaan seperti Rafah.
Keputusan Biden memicu kemarahan di Israel, pada hari Kamis, Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, mengatakan negaranya akan terus memerangi Hamas sampai kehancurannya, dan menambahkan tidak ada perang yang lebih adil dari ini.
***

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
