Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 September 2022 | 00.17 WIB

Xi Jinping Hadiri Pameran setelah 10 Hari Menghilang

Presiden Tiongkok Xi Jinping. Carlos Garcia Rawlins/Reuters/Antara - Image

Presiden Tiongkok Xi Jinping. Carlos Garcia Rawlins/Reuters/Antara

Sempat Muncul Isu Kudeta dan Jadi Tahanan Rumah

JawaPos.com - Sempat dirumorkan dikudeta, Presiden Tiongkok Xi Jinping akhirnya muncul di hadapan publik. Media milik pemerintah menunjukkan video bahwa kemarin (27/9) Xi menghadiri acara pameran di Beijing.

Itu adalah kemunculan pertamanya setelah menghilang selama 10 hari sejak kepulangannya dari Samarkand, Uzbekistan, pada 16 September.

Ketika pemimpin 69 tahun itu menghilang, berbagai rumor tidak sedap muncul. Salah satunya kudeta militer. Kemunculan Xi secara otomatis membantah isu kudeta yang menguat selama sepekan terakhir.

Beberapa media lokal sebelumnya menyatakan bahwa ada kemungkinan terjadi kudeta dan pejabat senior di Pasukan Pembebasan Rakyat (PLA) Jenderal Li Qioming adalah dalang di balik itu semua. Xi sedang menjalani tahanan rumah. Banyak yang berpendapat bahwa Li adalah sosok yang paling mungkin menggantikan Xi.

Rumor itu dimulai setelah beberapa media sosial mencuit bahwa beberapa tokoh politik di Tiongkok berencana menggulingkan Xi ketika dia masih menghadiri Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Samarkand. Mereka yang berkonspirasi menggulingkan Xi, antara lain, mantan Presiden Hu Jintao, mantan Perdana Menteri (PM) Wen Jiabao, dan anggota Komite Tetap Politbiro Song Ping. Mereka ingin menggulingkan Xi dari kursi kepemimpinannya di pemerintahan maupun militer Tiongkok.

Desas-desus itu diperkuat oleh New Tang Dynasty TV (NTDTV) yang menerbitkan sebuah artikel yang mengklaim bahwa Xi tidak hadir di seminar pertahanan dan militer nasional yang baru saja selesai. NTDTV yang didukung kelompok neo-spiritual Falun Gong dilarang siaran di Tiongkok.

Xi juga tidak hadir di rapat Majelis Umum PBB (UNGA) di New York pada 21 September. Dia hanya mengirimkan video pidato yang direkam sebelumnya. Dia tidak pula menghadiri pemakaman Ratu Elizabeth II dan memilih mengirimkan perwakilan khusus. Isu kian santer dengan berita bahwa ribuan penerbangan di Tiongkok dibatalkan karena adanya kudeta.

Media milik pemerintah tidak membuat klarifikasi secara khusus terkait isu kudeta itu. Mereka hanya menyatakan bahwa semuanya normal dan baik-baik saja.

The Sun menyatakan, Xi mungkin sedang menjalani karantina sekembalinya dari Uzbekistan. Aturan di Tiongkok, mereka yang baru datang dari luar negeri memang harus dikarantina di fasilitas pemerintah selama 7 hari dan menjalani 3 hari observasi di rumah. Xi menerapkan kebijakan nol kasus Covid-19 dan berbagai aturan yang sangat ketat. Dia tentu tidak mau dikecam gara-gara tidak ikut menjalankan aturan.

Namun, situasi kian pelik karena adanya isu ’’bersih-bersih” partai. Menjelang kongres, beberapa pejabat tinggi dipenjara. Pekan lalu Pengadilan Tiongkok memenjarakan mantan Wakil Menteri Keamanan Publik Sun Lijun, mantan Menteri Kehakiman Fu Zhenghua, serta mantan Kepala Polisi Shanghai, Chongqing dan Shanxi, atas tuduhan korupsi. Mereka juga dituduh tidak setia pada Xi.

Putusan pengadilan itu adalah salah satu pembersihan politik terbesar di Tiongkok dalam beberapa tahun dan terjadi hanya beberapa minggu sebelum pertemuan politik terpenting Partai Komunis Tiongkok. Kongres Partai Komunis digelar dua kali dalam satu dekade. Biasanya, pada momen itu para elite politik dirombak di berbagai posisi kekuasaan.

”Rumor bahwa Xi Jinping telah ditangkap beralasan karena ini adalah momen politik yang sensitif di Tiongkok. Dan, pengadilan serta vonis baru-baru ini terhadap pejabat senior yang lama menjabat menciptakan suasana rumah kaca,” ujar Drew Thompson, pakar Tiongkok dari Lee Kuan Yew School of Public Policy seperti dikutip The Guardian. Meski begitu, dia menegaskan bahwa rumor kudeta yang beredar mungkin hanya angan-angan, bukan kenyataan.

Thompson menambahkan, berdasar sejarah, suksesi pemimpin di Tiongkok kerap diwarnai dengan hukuman penjara atau eksekusi mati. Hanya transisi kekuasaan Hu Jintao yang aman tanpa skandal. ”Xi Jinping telah menciptakan paradigma yang sama sekali baru di mana tidak ada penerus yang diidentifikasi sehingga menimbulkan pertanyaan tentang seperti apa suksesi jika tidak direncanakan atau tidak terkendali?” ujarnya.

Sebelum Xi muncul kemarin, pemerintah Tiongkok telah merilis nama-nama delegasi yang bakal hadir dalam kongres Partai Komunis. Dari 2.296 delegasi, nama Xi ada di dalamnya. Itu sepertinya sekaligus konfirmasi bahwa Xi masih berkuasa. Xi yang telah berkuasa selama satu dekade sangat mungkin terpilih lagi untuk kali ketiga.

Pada 2018, Xi menghapus batasan masa jabatan presiden dua periode. Batasan itu pada 1980-an diterapkan oleh mantan pemimpin tertinggi Tiongkok Deng Xiaoping untuk mencegah kediktatoran seperti Mao Zedong. Dengan dihapuskannya aturan tersebut, Xi bisa jadi pemimpin seumur hidup.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore