Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 Januari 2024 | 00.59 WIB

Cerita Chelsea Kiew, Lahir Prematur pada 2018, Berat Hanya 510 Gram, Kini Viral di Singapura, Satu-satunya yang Selamat saat Lahir di Usia 22 Minggu

Chelsea Kiew lahir sangat prematur di usia 22 minggu dan kini telah berusia 5 tahun. - Image

Chelsea Kiew lahir sangat prematur di usia 22 minggu dan kini telah berusia 5 tahun.

JawaPos.com – Chelsea Kiew adalah seorang anak perempuan yang lahir sangat prematur di Singapura pada 2018 silam. Dia lahir di usia 22 minggu atau kurang dari enam bulan kehamilan, dan beratnya hanya 510 gram.

Seperti yang dilansir dari The Straits Times, Senin (29/1) Chelsea Kiew adalah satu-satunya bayi yang lahir di usia 22 minggu di Singapura dalam sepuluh tahun terakhir yang bisa bertahan hidup sampai sekarang.

Bahkan, ia merupakan salah satu bayi yang lahir di usia 22 minggu di dunia yang bisa selamat. Hal ini karena seorang bayi dianggap cukup untuk lahir jika usia kandungannya telah mencapai 37-42 minggu kehamilan.

Sekarang, Chelsea telah berusia lima tahun dan tumbuh sehat. Dia suka bermain Lego, makan keju, dan mengunjungi kebun binatang.

Ayah Chelsea, Raymond Kiew yang seorang analis bisnis mengatakan bahwa anaknya sehat. Hanya saja Chelsea berukuran lebih kecil dari anak-anak seusianya. Beratnya sekitar 15 kg dan tingginya 105 cm.

“Chelsea adalah satu-satunya yang selamat di usia 22 minggu di Singapura, yang membuatnya menjadi kasus yang sangat langka dan unik," sebut dr. Tan Pih Lin, seorang konsultan senior di departemen neonatologi di Rumah Sakit Wanita dan Anak KK (KKH).

Ibu Chelsea, Lin Hsiao Chi, seorang ibu rumah tangga berusia 30-an, mengatakan putrinya saat lahir ukurannya mirip dengan botol 100 Plus, merujuk pada botol minuman isotonik. Untuk lebih tepatnya, anaknya tersebut hanya memiliki berat 510 gram dan panjang 28 cm saat lahir. Padahal, bayi baru lahir biasa memiliki berat antara 2,5 kg hingga 3,5 kg.

Dr Tan mengatakan bahwa peluang Chelsea untuk bertahan hidup hampir nol saat lahir. Dia menjalani serangkaian perawatan yang menopang hidupnya dan menghabiskan 166 hari, atau lebih dari lima bulan, di rumah sakit sebelum dia pulang.

Sang ayah mengatakan bahwa Chelsea yang akan berusia enam tahun pada Mei 2024, sangat beruntung karena dia tidak memiliki komplikasi besar akibat kelahirannya yang prematur. Dia memiliki lubang kecil di jantungnya, yang memerlukan pemeriksaan rutin. “Kami tidak melihat dampak signifikan dari lubang di jantungnya. Dia masih bisa berlari-lari dan ikut dalam semua kegiatan, tergantung pada moodnya,” kata Raymond Kiew.

Dokter Tan mengatakan Chelsea sehat dan tumbuh dengan baik. Chelsea tidak memiliki masalah medis atau kesehatan selain astigmatisme, miopia, dan rinitis alergi yang diturunkan dari orang tuanya.

“Sekarang, Chelsea sudah menjadi anak perempuan berusia 5 tahun yang sehat. Dia adalah anak prasekolah yang normal,” tutur ayahnya. Orang tuanya mengatakan Chelsea adalah anak yang mandiri, suka menggambar, bernyanyi, dan menari.

“Dia sangat bijaksana, dia bisa melihat saat saya pulang dari kantor dengan wajah lelah, dan dia akan mengambilkan saya selimut,” kata Ayah Chelsea.

“Dia agak introvert. Dia akan menghabiskan banyak waktu untuk mengamati Anda sebelum dia bermain dengan Anda," pungkas sang ayah.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore