Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 Juni 2022 | 02.36 WIB

Jurnalis Inggris Hilang di Hutan Amazon, Brasil Gelar Pencarian

Penduduk asli dari suku Mura di hutan hujan Amazon dekat Humaita, Negara Bagian Amazonas, Brasil. Ueslei Marcelino/Reuters/Antara - Image

Penduduk asli dari suku Mura di hutan hujan Amazon dekat Humaita, Negara Bagian Amazonas, Brasil. Ueslei Marcelino/Reuters/Antara

JawaPos.com–Angkatan Laut Brasil mengerahkan personel untuk mencari keberadaan jurnalis Inggris Dom Phillips dan pakar masyarakat adat, Bruno Pereira. Keduanya terakhir kali terlihat pada Minggu (5/6) dini hari. Phillips bersama Pereira dilaporkan melakukan perjalanan jurnalistik di Lembah Javari.

Phillips dan Pereira hilang saat melakukan peliputan di sebuah daerah terpencil dan tanpa hukum di hutan hujan Amazon dekat perbatasan dengan Peru. Phillips, 57, adalah wartawan lepas yang pernah menulis soal Brasil untuk surat kabar Guardian, Washington Post, New York Times, dan berbagai media lain. Sedangkan Pereira adalah salah satu pakar Brasil paling mumpuni menyangkut suku terisolasi.

Dilansir dari Antara, Javari merupakan daerah tempat keberadaan sebagian besar masyarakat adat yang paling terisolasi di dunia. Daerah itu memiliki luas seperti Irlandia dan terancam kondisinya oleh pembalak dan pemburu liar.

Selain itu, di daerah tersebut ada peningkatan pergerakan kelompok-kelompok penanam koka yang memproduksi bahan mentah untuk kokain.

Juru bicara angkatan laut Brasil Cibelly Lopes mengatakan, tim pencari dari AL Brasil akan tiba di daerah terisolasi Atalaia do Norte sekitar pukul 19.00 waktu setempat. Tim itu, akan mengarah ke wilayah pemukiman tepi Sungai Sao Gabriel, tempat Phillips dan Pereira terakhir kali terlihat pada Minggu (5/6).

Melalui pernyataan soal hilangnya kedua sosok itu, Persatuan Masyarakat Adat Lembah Javari (Univaja) mengatakan, ada sejumlah ancaman yang muncul dalam beberapa hari belakangan. Tidak ada kejelasan apakah ancaman tersebut ditujukan pada para anggota Univaja atau pada Phillips dan Pereira.

Sementara itu, menurut Survival International, sebuah lembaga nirlaba yang membela masyarakat adat, Pereira sebelumnya pernah mendapat sejumlah ancaman terkait kegiatannya selama bertahun-tahun bersama suku-suku asli. Karena itu, kata Survival International, tindakan perlu segera diambil untuk mengetahui keberadaan dia dan Dom.

Univaja mengatakan, Phillips dan Pereira melakukan perjalanan dengan sebuah perahu kecil. Namun, wilayah itu sulit ditembus karena hutan yang lebat serta banyak tanaman terapung dan merambat. Univaja sudah mengerahkan dua tim untuk ikut mencari keberadaan kedua pria itu.

Juru bicara kementerian luar negeri Inggris mengatakan, terus menjalin kontak dengan pihak berwenang Brasil.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore