
Representasi mata uang kripto terlihat dalam foto ilustrasi yang diambil pada 28 September 2021. (sumber: Jakub Porzycki/NurPhoto melalui Getty Images, FILE)
JawaPos.com - Pada hari Selasa (16/1), persidangan Victoria Jacobs, warga asli Uzbekistan akan dimulai di pengadilan Victoria Jacobs di New York.
Wanita tersebut menghadapi tuduhan menggunakan cryptocurrency untuk mendanai kelompok teroris Suriah dan mencuci kontribusi pendukungnya.
Persidangan ini merupakan yang pertama dalam kasus pendanaan terorisme di sistem pengadilan Negara Bagian New York.
Dilansir dari Abc News, Rabu (17/1), enam dakwaan diajukan pada bulan Januari 2023 menuduh Jacobs memberikan dukungan terhadap tindakan terorisme, pencucian uang, dan kejahatan lainnya.
Saat itu, Jaksa Wilayah Manhattan, Alvin Bragg menyatakan bahwa kasus yang rumit ini mencerminkan kemampuan dan sumber daya kantor hukum untuk melawan terorisme dan ekstremisme, tidak hanya di New York tetapi juga di seluruh dunia.
Dikenal dengan nama Bakhrom Talipov, Jacobs diduga memberikan dukungan finansial kepada Hay'at Tahrir al-Sham, sebuah organisasi teroris asing yang telah ditunjuk oleh Departemen Luar Negeri AS.
Menurut dakwaan, ia memberikan lebih dari $5.000 atau sekitar 78 juta kepada Malhama Tactical, kelompok pelatihan teroris yang memberikan bantuan taktis dan militer kepada Hay'at Tahrir al-Sham.
Dakwaan juga menyebutkan bahwa Jacobs diduga mencuci total $10.661 atau sekitar 165 juta atas nama Malhama Tactical dengan menerima cryptocurrency, transfer melalui Western Union, dan MoneyGram dari pendukung di seluruh dunia.
Dana tersebut kemudian disalurkan ke dompet Bitcoin yang dikendalikan oleh Malhama Tactical.
Selain menggunakan mata uang kripto, ia juga disebut membeli kartu hadiah Google Play untuk organisasi tersebut sesuai dengan isi dakwaan.
Meskipun Jacobs mengakui tidak bersalah atas tuduhan tersebut, pernyataan ini menunjukkan serangkaian kegiatan yang kompleks dan kontroversial yang menjadi fokus persidangan.
Pada Oktober 2018, terdakwa menyimpan catatan pesan di ponselnya yang dikutip dalam dakwaan sebagai berikut:
"Assalamu aleykum saudara-saudaraku yang terkasih, saat ini kami sedang membangun tempat baru (kamp kereta api), cuaca semakin dingin dan kami membutuhkan tempat baru, siapa yang mau bantu kami dan dukungan dapat melakukan ini dengan aman dan anonim melalui dompet Bitcoin. Kirimi saya DM untuk detailnya. Retweet."
Pada Desember 2019, Jacobs disebutkan telah memberikan Buku Panduan Amunisi Improvisasi Angkatan Darat AS yang komprehensif kepada sebuah kelompok online.
Dia percaya bahwa kelompok tersebut terkait dengan Hay'at Tahrir al-Sham dan kelompok Jihadis yang memiliki afiliasi dengan al-Qaeda Hurras al-Din.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
