Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 Desember 2023 | 05.54 WIB

PM Inggris Akui Terlalu Banyak Warga Sipil Jadi Korban di Gaza

Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak mengatakan bahwa solusi dua negara terhadap konflik Israel-Palestina adalah satu-satunya jawaban yang memungkinkan lahirnya masa depan baru di wilayah tersebut. - Image

Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak mengatakan bahwa solusi dua negara terhadap konflik Israel-Palestina adalah satu-satunya jawaban yang memungkinkan lahirnya masa depan baru di wilayah tersebut.

JawaPos.com-Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak mengakui sudah terlalu banyak nyawa warga sipil yang hilang di Jalur Gaza.

Pernyataan itu dia sampaikan di tengah seruan internasional untuk gencatan senjata segera di Gaza, di mana serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 18.800 warga Palestina dan menyebabkan kehancuran.

“Jelas sudah terlalu banyak nyawa warga sipil yang hilang dan tak seorang pun ingin melihat konflik ini berlangsung lebih lama dari yang seharusnya,” kata Sunak kepada wartawan di Skotlandia pada Senin.

Meskipun menegaskan posisi Inggris bahwa Israel memiliki hak untuk membela diri, dia mengatakan bahwa Tel Aviv harus mengambil langkah tersebut sesuai hukum kemanusiaan.

“Itulah sebabnya kami konsisten--dan saya menyampaikan hal ini di parlemen minggu lalu--dalam menyerukan gencatan senjata yang berkelanjutan, dengan membebaskan para sandera, menghentikan penembakan roket ke Israel oleh Hamas, dan kita perlu menyalurkan lebih banyak bantuan," ujar Sunak.

Pekan lalu, Sunak sekali lagi menolak seruan gencatan senjata namun mengatakan: "Tak seorang pun ingin melihat konflik ini berlangsung lebih lama dari yang diperlukan. Kami telah konsisten bahwa kami mendukung gencatan senjata yang berkelanjutan, yang artinya Hamas harus berhenti meluncurkan roket ke Israel dan membebaskan semua sandera," kata dia.

Menurut Sunak, dia telah mendorong Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai perlunya akses untuk memungkinkan bantuan kemanusiaan masuk ke Jalur Gaza.

“Salah satu hal yang saya bicarakan dengan Perdana Menteri Netanyahu minggu lalu adalah membuka jalur penyeberangan lain sehingga kami bisa mendapatkan lebih banyak bantuan ke Gaza,” kata dia

Awal bulan ini, Inggris memilih untuk abstain pada resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata kemanusiaan segera di Gaza. Rancangan resolusi itu ditolak oleh AS, yang juga sekutu Israel.

Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron, dalam pernyataan bersama dengan Menlu Jerman Annalena Baerbock pada Minggu, menyerukan gencatan senjata yang berkelanjutan dalam konflik Gaza, ketika ia memperingatkan bahwa terlalu banyak warga sipil yang terbunuh. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore