
Ini bukan skenario film, tapi kejadian nyata yang aku alami tanggal 28 Maret 2016 sekitar jam10 pagi. Ini pengalaman seorang Au-Pair di salah satu kota kecil di Belgia
JawaPos.com - Ayo ambil jalan ke kiri. Lari dan lari sekencang mungkin, bisikku dalam hati. Aku tidak memperdulikan rintik hujan yang mulai membasahi jaketku. Aku hanya fokus pada lariku. Aku benar - benar ketakutan. Aku menengok ke belakang, dia sudah ada dibelakangku. Aku mempercepat lari.
Tak tau kenapa aku jadi lari sambil menangis. Ayo sedikit lagi belok ke kiri, kita segera sampai. Aku menyemangati diri. Aku menekan bel berkali-kali dan spontan aku berteriak " Tolong, Tolong, tolong Suster buka pintu, Tolong, tolong, Tolong!".
Sampailah aku di sebuah rumah besar di belakang rumah sakit di kotaku. Rumah ini merupakan rumah biara. Aku kenal beberapa suster yang tinggal di sana. Setelah mengamati mereka sebulan terakhir, akhirnya aku bisa mengenal mereka. Ada dua suster dari India dan mereka bisa bahasa Inggris dan ini membuatku senang. Karena jarang aku bisa berkomunikasi di tempatku selain di rumah.
Seorang suster membuka pintu. Aku hanya berkata, " Suster Magdalena?" sambil menangis. Suster berperawakan kecil dan hitam manis itu keluar.
Aku berlari ke arahnya sambil menangis. "Mereka mau mengambil ID cardku, aku tidak bisa hidup disini tanpa ID cardku," kataku sambil menangis.
Tapi perempuan yang mengejarku bilang, itu tidak benar. Katanya aku sedang pura-pura. Aku terus menangis dan berusaha menjelaskan keadaan sebenarnya. Dan semakin keras dia membantah dan mencelaku.
"Nächste Station Fürth Hbf " Aku terkejut ternyata aku hampir saja telat keluar dari kereta. Perkenalkan namaku Valentina, aku sedang mengikuti pendidikan Altenpflege (perawatan lanjut usia) di Fürth, Bayern.
Ini bukan skenario film, tapi kejadian nyata yang aku alami tanggal 28 Maret 2016 sekitar jam10 pagi. Ini pengalaman seorang Au-Pair di salah satu kota kecil di Belgia.
Menjadi Au Pair di Jerman
Pertama kali aku menjadi Au-Pair di kota Kecil Münster, kota pertama yang membuatku jatuh cinta. Ceileh gw apaan si… Tapi ini beneran lho. Kotanya hijau, banyak gereja cantik, ada danau buatan Aasee yang enak buat nongkrong sambil barbeque bareng temen, cafe dipinggir kanal, bersepedaria di sepanjang kota, cuci mata karena Münster kota pelajar yang penuh anak muda.
Yang aku suka dari Münster, banyak kelinci dimana-dimana. Di salah satu bundaran di jalan raya Kota Münster tinggal berpuluh-puluh kelinci. Jadi, walaupun arus lalu lintas ramai, tetep jadi hiburan yang ngga ngebosenin. Dulu aku sempat mikir, wah kalau dikampungku itu kelinci tidak sampai beranak karena keburu masuk ke wajan.
Apa lagi kalau lagi jalan-jalan sekitar kanal lihat bebek berenang bebas, wah kalau dikampungku sudah jadi oseng-oseng entok. Terus kalau liat burung terbang bebas, wah jadi stock di warung pecel lele didampingi sambel dan lalapan.
Ginilah kalau orang kampung masuk kota. Pertama liat orang ciuman di lampu merah sampai lupa kalau lampunya sudah hijau. Sampai diliatin orang karena aku tidak nyebrang-nyebrang. Beneran norak banget.
Aku menjadi Au-Pair di keluarga yang baik banget. Host dad ku seorang ahli geologi dan kadang-kadang ada proyek di luar negeri. Kalau Mom ku bagian promosi di universitas di kotaku. Sama dengan host dadku, host Mom ku juga kadang-kadang tugas ke luar negeri. Tapi biasanya mereka gantian. Mereka punya tiga anak, anak cewek tertua umur 14 tahun dan kembar cewek cowok umur 12 tahun. Kebetulan aku cuma bantu anak yang besar karena dia berkebutuhan khusus, namanya Carlotta.
Banyak orang tanya gimana aku bisa komunikasi dengan Carlotta. Aku jawab dengan hati. Carlotta ini tidak bisa berjalan, tidak bisa bicara. Dia duduk di kursi roda. Tapi jangan salah, dia juga sekolah lho, bahkan sekarang dia juga sudah kerja. Dulu aku ngebayangin pas sempat menjadi volunteer di salah satu sekolah luar biasa di Pamulang. Mereka bakal jadi apa nantinya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
