Beda perlakuan, sandera Israel ucapkan terima kasih ke Hamas, Sementara warga Palestina sebut sangat tersiksa di penjara Israel
JawaPos.com – Israel dan kelompok perlawanan Palestina, Hamas menyetujui jeda kemanusiaan dan menghentikan sementara serangan Israel di Jalur Gaza, yang telah menghancurkan hampir segalanya. Termasuk bangunan tempat tinggal, rumah sakit, dan sekolah.
Berdasarkan kesepakatan pertukaran tahanan yang mulai berlaku sejak hari Jumat, (24/11), sebanyak 50 warga Israel dibebaskan Hamas dengan imbalan 150 perempuan dan anak-anak Palestina dibebaskan dari penjara Israel.
Pembebasan tersebut dilakukan dalam empat gelombang selama empat hari masa jeda kemanusiaan dan gencatan senjata, yang kemudian diperpanjang selama dua hari pada Senin malam (28/11).
Terdapat dua hal berbeda antara perlakuan Hamas kepada para tawanan dan Tentara Israel terhadap warga Palestina. Melansir dari Antara pada Rabu (29/11), Media Israel menyebut bahwa Hamas tidak menyiksa para sandera.
Sedangkan, di pihak lain yakni warga Palestina yang berada di penjara Israel mengaku telah mendapat siksaan oleh tentara Israel.
Muhammad Nezzal, seorang anak Palestina yang dibebaskan sebagai bagian dari perjanjian pertukaran tahanan antara Israel dan kelompok Hamas Palestina, mengatakan beberapa tahanan bahkan sampai kehilangan kesadaran karena pemukulan brutal yang dilakukan pasukan Israel selama di penjara.
Menurut informasi tersebut, Nezzal ditangkap tiga bulan lalu di Kabatiye, Jenin, Tepi Barat, dan ditempatkan di penjara administratif selama enam bulan.
Nezzal, diketahui diserahkan kembali ke Palestina oleh Israel dengan kondisi patah tulang di tubuhnya. Ia mengatakan jika pasukan Israel terus-menerus menggerebek sel dan memukuli para tahanan.
“Beberapa kehilangan kesadaran akibat pemukulan di penjara. Ada seorang tahanan yang dipukuli dan setelah itu dia kehilangan kesadaran, mereka (tentara Israel) mengeluarkannya dari sel, dan saya pikir mungkin dia telah meninggal, tetapi kami tidak dapat mengetahui apapun tentang dia," kata Nezzal kepada Anadolu.
Nezzal mengalami patah tulang di jari tangannya dan memar di tangan juga berbagai bagian tubuhnya. Ia mengatakan bahwa sebulan terakhir di penjara itu terasa seperti 20 tahun.
Maysoon Musa Al Jabali, Seorang perempuan Palestina yang juga telah dibebaskan, mengatakan bahwa Otoritas penjara Israel sesuka hati menghajar dan menyiksa para tahanan perempuan Palestina.
Dia menambahkan, para sipir Israel juga tak segan menyemprot para tahanan Palestina dengan gas beracun dan hanya memberi sedikit makanan.
Diketahui, Maysoon telah ditahan Israel sejak Juni 2015. Ia mengatakan bahwa kondisi di penjara Israel memburuk sejak 7 Oktober 2023, yakni ketika milisi Hamas menyerang Israel. Periode itu menggambarkan masa-masa sulit para tahanan di penjara Israel.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
