Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 November 2023 | 20.59 WIB

Sandera Israel Tulis Surat Terima Kasih untuk Hamas, Warga Palestina Justru Ungkap Tersiksa di Penjara Zionis

Beda perlakuan, sandera Israel ucapkan terima kasih ke Hamas, Sementara warga Palestina sebut sangat tersiksa di penjara Israel

JawaPos.com – Israel dan kelompok perlawanan Palestina, Hamas menyetujui jeda kemanusiaan dan menghentikan sementara serangan Israel di Jalur Gaza, yang telah menghancurkan hampir segalanya. Termasuk bangunan tempat tinggal, rumah sakit, dan sekolah.

Berdasarkan kesepakatan pertukaran tahanan yang mulai berlaku sejak hari Jumat, (24/11), sebanyak 50 warga Israel dibebaskan Hamas dengan imbalan 150 perempuan dan anak-anak Palestina dibebaskan dari penjara Israel.

Pembebasan tersebut dilakukan dalam empat gelombang selama empat hari masa jeda kemanusiaan dan gencatan senjata, yang kemudian diperpanjang selama dua hari pada Senin malam (28/11).

Terdapat dua hal berbeda antara perlakuan Hamas kepada para tawanan dan Tentara Israel terhadap warga Palestina. Melansir dari Antara pada Rabu (29/11), Media Israel menyebut bahwa Hamas tidak menyiksa para sandera.

Sedangkan, di pihak lain yakni warga Palestina yang berada di penjara Israel mengaku telah mendapat siksaan oleh tentara Israel.

Muhammad Nezzal, seorang anak Palestina yang dibebaskan sebagai bagian dari perjanjian pertukaran tahanan antara Israel dan kelompok Hamas Palestina, mengatakan beberapa tahanan bahkan sampai kehilangan kesadaran karena pemukulan brutal yang dilakukan pasukan Israel selama di penjara.

Menurut informasi tersebut, Nezzal ditangkap tiga bulan lalu di Kabatiye, Jenin, Tepi Barat, dan ditempatkan di penjara administratif selama enam bulan.

Nezzal, diketahui diserahkan kembali ke Palestina oleh Israel dengan kondisi patah tulang di tubuhnya. Ia mengatakan jika pasukan Israel terus-menerus menggerebek sel dan memukuli para tahanan.

“Beberapa kehilangan kesadaran akibat pemukulan di penjara. Ada seorang tahanan yang dipukuli dan setelah itu dia kehilangan kesadaran, mereka (tentara Israel) mengeluarkannya dari sel, dan saya pikir mungkin dia telah meninggal, tetapi kami tidak dapat mengetahui apapun tentang dia," kata Nezzal kepada Anadolu.

Nezzal mengalami patah tulang di jari tangannya dan memar di tangan juga berbagai bagian tubuhnya. Ia mengatakan bahwa sebulan terakhir di penjara itu terasa seperti 20 tahun.

Maysoon Musa Al Jabali, Seorang perempuan Palestina yang juga telah dibebaskan, mengatakan bahwa Otoritas penjara Israel sesuka hati menghajar dan menyiksa para tahanan perempuan Palestina.

Dia menambahkan, para sipir Israel juga tak segan menyemprot para tahanan Palestina dengan gas beracun dan hanya memberi sedikit makanan.

Diketahui, Maysoon telah ditahan Israel sejak Juni 2015. Ia mengatakan bahwa kondisi di penjara Israel memburuk sejak 7 Oktober 2023, yakni ketika milisi Hamas menyerang Israel. Periode itu menggambarkan masa-masa sulit para tahanan di penjara Israel.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore