Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 November 2023 | 13.35 WIB

Menteri Pertanian Mengajak Thailand Mengoptimalkan Rawa untuk Ketersedian Pangan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan  pertemuan dengan Duta Besar Thailand Prapan Disyatat di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta pada Selasa (28/11). (Antara / HO-Kementerian Pertanian) - Image

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan pertemuan dengan Duta Besar Thailand Prapan Disyatat di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta pada Selasa (28/11). (Antara / HO-Kementerian Pertanian)

JawaPos.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman telah bertemu dengan Duta Besar Thailand, Praan Disyatat di Jakarta pada Selasa (28/11).

Pertemuan ini untuk mengajak kerja sama antara Indonesia dan Thailand untuk mengoptimalkan rawa sebagai lahan produktif supaya meningkatkan ketersediaan pangan di ASEAN.

Andi mengatakan bahwa kerja sama ini didasari kesamaan pengalaman mengubah rawa menjadi sebuah lahan yang produktif.

"Thailand ternyata ada pengalaman juga dalam mengelola lahan kering dan basah (swampland dan whiteland). Nah kita akan coba kolaborasikan dengan mereka karena kita sudah mengelola 400 ribu hektare. Kita kolaborasikan siapa tahu ada teknologi yang bisa kita gunakan dan teknologi kita bisa mereka gunakan juga," kata Amran dikutip Antara.

Indonesia saat ini sedang memfokuskan produksi komoditas strategis supaya bisa menekan kebijakan impor yang sudah mencapai 3,5 juta ton.

Karenanya, Indonesia melakukan pengoptimalan terhadap 10 juta hektar rawa yang ada di berbagai daerah, seperti Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Riau, Bengkulu, Sulawesi Selatan, dan beberapa lokasi lainnya.

"Insya Allah mudah-mudahan dalam waktu dekat kita akan optimalkan semua ini karena masalah padi adalah masalah global bukan lagi masalah nasional. Kita mulai jalan Desember 2023 ini. Nah ini harus kita kolaborasi antar negara," ujar Amran.

Amran juga mengatakan bahwa peningkatan produksi wajib dilakukan karena saat ini kawasan Asia tengah sedang ada ancaman krisis pangan.

Indonesia juga tengah melakukan kebijakan untuk menekan impor dengan melakukan swasembada.

"Kita memang harus menekan impor dengan meningkatkan produksi. Karena itu, teknologi water management kita lakukan dengan sirkulasi air yang bagus sehingga padi tumbuh dengan baik. Saya minta bulan Desember sudah meeting, kita harus bergerak cepat karena ini persoalan dunia bukan persoalan Indonesia saja," ujarnya.

Kerja sama mengenai usaha mengoptimalkan rawa ini tidak hanya dengan Thailand saja, ada juga beberapa negara lain.

Kementerian Pertanian akan segera menjadwalkan pertemuan dengan negara lainnya untuk kerja sama ini.

"Harapan kita tidak hanya peningkatan produksi beras untuk tekan impor tapi juga kita targetkan ekspor beras ke Thailand. Bawang merah saja kita bisa buktikan ekspornya. Beras pun harus kita sukses. Ini pasti bisa," ucapnya.

Duta Besar Thailand yakni Prapan Disyatat mengungkapkan bahwa kerja sama mengenai pangan dengan Indonesia sudah dilakukan sejak lama, terutama upaya memperkuat ketahanan pangan di wilayah ASEAN.

Penandatanganan kerja sama Indonesia-Thailand ini juga mencakup mengenai akses pasar dan investasi.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore