Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 26 November 2023 | 20.50 WIB

Momen Haru, Seorang Sandera dari Palestina, Marah Bakeer, Kembali ke Pelukan Ibu Setelah 8 Tahun Ditahan Israel

Tahanan Palestina yang dibebaskan, Marah Bakeer (kiri) bersama ibunya, Sawsan (kanan), setelah dibebaskan dari penjara Israel sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran tawanan antara Hamas dan Israel - Image

Tahanan Palestina yang dibebaskan, Marah Bakeer (kiri) bersama ibunya, Sawsan (kanan), setelah dibebaskan dari penjara Israel sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran tawanan antara Hamas dan Israel

JawaPos.com - Marah Bakeer adalah salah satu dari 39 tahanan Palestina yang dibebaskan oleh Israel dalam pertukaran dengan 13 tawanan Hamas di bawah kesepakatan yang dimediasi oleh Qatar.

Dengan air mata kegembiraan mengalir di pipinya, dan raut wajah yang tak percaya, Sawsan Bakeer berlari menuruni anak tangga untuk menyambut putrinya yang berusia 24 tahun, Marah Bakeer, yang baru saja dibebaskan setelah delapan tahun mendekam di penjara Israel.

"Saya sudah bilang Marah cantik," kata Sawsan kepada para wartawan, sambil memeluk putrinya dan menghujaninya dengan ciuman tanpa henti,dilansir dari Al Jazeera.

"Bukan karena dia putri saya, sungguh, tapi Marah memang cantik, dan Anda harus melihatnya sendiri," tambah sang ibu.

Sebelum dipenjara, Marah Bakeer adalah seorang siswa sekolah menengah berusia 16 tahun di Sekolah al-Maimouna di daerah pendudukan Yerusalem Timur, Syekh Jarrah.

Setiap hari, ia berjalan kaki dari rumah keluarganya di Beit Hanina ke sekolah, melintasi jalan bebas hambatan yang membentang antara Yerusalem Timur dan Barat.

Ketika dalam perjalanan pulang pada 12 Oktober 2015, pasukan Israel menembak dan menangkapnya karena dituduh mencoba menikam seorang perwira Israel. Marah Bakeer dan keluarganya menyangkal tuduhan tersebut.

Ketika ditangkap, Marah Bakeer terbaring di trotoar dengan 12 luka tembak di lengan dan tangannya yang menyebabkan kerusakan permanen. Dia dijatuhi hukuman delapan tahun dan enam bulan penjara.

Sebagai seorang anak ketika dipenjara, Marah Bakeer akan menyelesaikan masa hukumannya dan kembali ke rumah dalam waktu empat bulan.

Baru saja dibebaskan, Marah Bakeer mengatakan kepada Al Jazeera bahwa masa-masa di penjara sangat sulit, tetapi berhasil melaluinya dengan keyakinan kepada Tuhan dan dukungan dari keluarga dan sesama tahanan Palestina.

"Ada banyak masa-masa sulit di penjara, tetapi sama seperti orang lain yang menjalani hidup, masa-masa itu berlalu," jelas Marah Bakeer.

"Penjara sangat sulit karena saya masih muda (ketika dipenjara) dan saya membutuhkan kasih sayang ibu saya dan dukungan keluarga saya," katanya.

"Meskipun ada banyak tahanan lain yang merawat dan membantu saya, tidak ada yang bisa menggantikan kasih sayang seorang ibu," katanya sambil memeluk ibunya, Sawsan.

Sekitar 8.000 warga Palestina masih berada di penjara Israel, termasuk 3.000 orang yang telah ditahan selama tujuh minggu terakhir di tengah meningkatnya jumlah serangan bersenjata Israel di Tepi Barat.

Selama empat hari kedepan, 150 tahanan Palestina dan 50 sandera Israel akan dibebaskan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore