Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 November 2018 | 18.28 WIB

Sampah Indonesia dan Sejumlah Negara Lain Berakhir di Pantai Inggris

Pembersih pantai telah menemukan sampah dari Indonesia, Spanyol, Kanada, Argentina, Prancis, Tiongkok, Korea Selatan, AS, Yunani, Tunisia, Turki, Singapura, Nigeria, Korea Selatan, Malaysia, Rusia, Jerman, Denmark dan Belanda - Image

Pembersih pantai telah menemukan sampah dari Indonesia, Spanyol, Kanada, Argentina, Prancis, Tiongkok, Korea Selatan, AS, Yunani, Tunisia, Turki, Singapura, Nigeria, Korea Selatan, Malaysia, Rusia, Jerman, Denmark dan Belanda

JawaPos.com – Dampak dari tidak bijaknya manusia dalam pemakaian plastik menghasilkan sampah yang dibuang di lautan. Naasnya, sampah itu mengalir mengikuti arah angin menjadikan plastik dari sejumlah negara berakhir di pantai Inggris. Dilansir dari DailyMail pada Minggu (25/11), sampah itu berkumpul di Pulau Channel Guernsey, Inggris.


Pembersih pantai telah menemukan sampah dari Indonesia, Spanyol, Kanada, Argentina, Prancis, Tiongkok, Korea Selatan, AS, Yunani, Tunisia, Turki, Singapura, Nigeria, Korea Selatan, Malaysia, Rusia, Jerman, Denmark dan Belanda. Hal itu menjadi bukti nyata kalau pantai menjadi tempat pembuangan sampah dunia. Bagaimana para pembersih pantai bisa menyimpulkan hal itu.


Rupanya sampah termasuk botol bekas memuat brand dan keterangan buatan dari negara mana. Sejumlah sampah yang dibuang di lautan antara lain tumpukan plastik, karet, jaring, polistiren, peralatan, tabung, dan karung.


Fotografer Richard Lord telah menjadi bagian dari kelompok pembersih pantai selama 10 tahun dan mengunggah foto-foto sampah yang sudah dicuci di media sosial. Relawan pembersih pantai dan pekerja perusahaan Investasi Janet Unitt, 40 tahun, juga mengunggah foto-foto sampah itu di media sosial.


“Saya ingat pertama kali saya menemukan sebuah barang dari Timur Jauh. Itu adalah botol kosong jus jeruk. Saya kagum barang itu datang sejauh ini,” ujar Janet.


Kemudian Janet mulai membersihkan tanjung yang berbatu. Ia mulai menemukan barang-barang dari Eropa dan Timur Jauh yang secara menyedihkan selalu berdatangan.


Aktivis Friends of The Earth Julian Kirby mengatakan, komunitas pesisir di seluruh dunia harus berurusan dengan gelombang harian polusi plastik.Pemerintah perlu memperkenalkan undang-undang yang akhirnya akan menghentikan penggunaan plastik yang tidak perlu.

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore