
Tampak dari pemandangan udara stadion yang berada di New Delhi, India pada Jumat (27/10) tengah diselimuti polusi udara yang pekat. (Sumber: REUTERS/Altaf Hussain)
JawaPos.com - Pemain kriket asal Bangladesh yang menderita asma tetap berada di dalam ruangan indoor sementara para pemain Sri Lanka mengenakan masker, ketika kualitas udara yang buruk di New Delhi yang diselimuti kabut asap tetap menjadi momok menjelang pertandingan Piala Dunia Kriket antara kedua negara pada Senin (6/11).
Kedua tim telah membatalkan satu sesi latihan menjelang pertandingan antara Bangladesh dan peringkat ketujuh Sri Lanka, yang hanya memiliki peluang paling kecil untuk mencapai empat besar.
Meskipun matahari terbit sekitar tengah hari pada Minggu (5/11), udara yang kotor mendorong pemerintah Delhi untuk memperpanjang penutupan sekolah dasar hingga 10 November, sementara pembelajaran online telah disarankan untuk kelas-kelas.
Indeks kualitas udara (AQI) Delhi menunjukkan angka yang mengkhawatirkan sebesar 460 pada Minggu (5/11) dan pelatih Sri Lanka, Chandika Hathurusinghe mengatakan mereka berusaha meminimalkan paparan pemain mereka terhadap kondisi seperti itu menjelang pertandingan.
AQI 0-50 dianggap baik, sedangkan AQI antara 400-500 berdampak pada orang sehat dan dianggap berbahaya bagi mereka yang mengidap penyakit.
"Dokter kami terus mengawasi para pemain," kata Hathurusinghe kepada wartawan pada Minggu (5/11) dilansir dari Reuters.
"Beberapa pemain tidak hadir untuk latihan karena menderita asma, jadi mereka tetap berada di dalam ruangan indoor."
"Bahkan untuk latihan, kami sangat sadar. Kami melatih apa yang harus kami latih, lalu kembali ke ruang ganti. Mereka tidak menghabiskan waktu di luar ruangan kecuali bermain bowling atau batting," imbuhnya.
Dewan Kriket India telah melarang penggunaan kembang api dalam perayaan pasca pertandingan dan berharap pertandingan pada Senin (6/11), yang terakhir di Delhi, dapat berakhir tanpa drama apa pun.
Dewan Kriket Internasional (ICC) mengatakan pihaknya sedang memantau situasi di New Delhi.
"Ini tidak ideal, tapi kami tidak punya pilihan. Kami harus bermain dalam kondisi yang ada," kata Hathurusinghe.
Para pemain fast bowler akan kesulitan untuk menghasilkan yang terbaik dalam kondisi seperti itu tetapi Hathurusinghe membantah hal itu akan mempengaruhi kombinasi tim Bangladesh.
"Pemilihan tim tidak bergantung pada kualitas udara. Tergantung kondisi dan lawan serta kekuatan kita," ujarnya.
Ketika ditanya apakah menurutnya Delhi layak menjadi tuan rumah pertandingan kriket pada saat ini, sang pelatih menghindari jawaban langsung dengan mengatakan bahwa dia bukan 'orang yang memenuhi syarat' untuk memberikan keputusan.
Sebagian besar pemain Sri Lanka mengenakan masker saat tiba di Stadion Arun Jaitley pada sore hari.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
