Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 November 2023 | 10.28 WIB

Peneliti Ungkapkan Gumpalan di Dekat Inti Bumi adalah Sisa-Sisa Tabrakan dengan Planet Lain

Kesan seniman tentang Theia bertabrakan dengan Bumi muda 4,5 miliar tahun lalu. - Image

Kesan seniman tentang Theia bertabrakan dengan Bumi muda 4,5 miliar tahun lalu.

JawaPos.com–Sebuah gumpalan misterius yang berada lebih dari 1.000 mil di bawah tanah diperkirakan merupakan sisa-sisa planet seukuran Mars yang menabrak Bumi pada awal tata surya.

Menurut teori para ilmuwan, bulan telah tercipta sekitar 4,5 miliar tahun lalu ketika sebuah protoplanet kuno bernama Theia menabrak Bumi yang masih baru.

Dilansir dari The Guardian, tabrakan itu melelehkan sebagian besar Bumi dan Theia, yang kemudian berubah menjadi Bumi baru yang lebih besar.  Sementara itu, sejumlah besar debu dan batu terlempar ke orbit tempat mereka berkumpul dan membentuk bulan.

Meskipun banyak ilmuwan menganggap skenario tumbukan raksasa itu menarik, pencarian bukti yang mendukung teori tersebut terus dilakukan. Seperti ciri-ciri tabrakan dahsyat yang masih dapat ditemukan hingga saat ini.

Mengingat hal itu, tim peneliti internasional mengalihkan perhatian mereka pada dua gumpalan seukuran benua yang terkubur jauh di dalam mantel bumi. Jauh di bawah Afrika dan Samudra Pasifik. 

Gumpalan tersebut, yang secara teknis dikenal sebagai provinsi besar berkecepatan rendah atau LLVP, awalnya ditemukan ahli seismologi. Namun, asal usulnya tidak pernah jelas.

Para peneliti termasuk Dr Qian Yuan di California Institute of Technology di Pasadena dan Prof Hongping Deng di Shanghai Astronomical Observatory, bagian dari Chinese Academy of Sciences menggunakan simulasi komputer dari dampak raksasa dan arus konveksi di dalam bumi untuk mengeksplorasi bagaimana bencana tersebut terjadi.

Berdasar simulasi yang dilakukan, tabrakan tersebut akan melelehkan separo bagian atas mantel bumi. Sehingga, memungkinkan sebagian besar Theia, mungkin 10 persen, menembus lebih jauh ke dalam planet dan secara bertahap tenggelam menuju inti bumi.

Selama 4,5 miliar tahun berikutnya, batuan dari Theia bisa saja berpindah karena konveksi di dalam Bumi dan akhirnya membentuk gumpalan yang ada saat ini. Gumpalan tersebut, yang diperkirakan sedikit lebih padat dibandingkan batuan mantel di sekitarnya, berada di dekat perbatasan dengan inti bumi, sekitar 1.800 mil di bawah bumi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore