
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak seruan gencatan senjata di Gaza.
JawaPos.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak seruan gencatan senjata di Gaza. Dia justru mengatakan kemajuan tentara Israel di Gaza memberikan tekanan pada militan Hamas. Netanyahu juga menyatakan bahwa ini adalah waktunya untuk perang. Dia juga memuji penyelamatan seorang sandera sebagai bukti bahwa serangan militer Israel dapat membebaskan tawanan Israel sekaligus memberikan pukulan telak kepada Hamas.
Netanyahu mengucapkan selamat kepada Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan badan keamanan Shin Bet karena telah membebaskan Ori Megidish, seorang prajurit militer. Namun, dalam video Hamas menunjukkan tiga tawanan lainnya yang masih ditahan.
Megidish dibebaskan pada Minggu (29/10) malam, tiga minggu setelah dia diculik bersama lebih dari 220 sandera lainnya, ketika Israel meningkatkan operasi daratnya di Gaza. Setelah pemeriksaan medis menyatakan dia sehat, dia bertemu kembali dengan keluarganya, dan menjadi kebahagiaan yang langka bagi orang Israel.
Netanyahu mengatakan kemajuan tentara Israel di Gaza membuka peluang untuk membebaskan sandera, yang hanya akan dilakukan Hamas jika ada tekanan. “Ini menciptakan tekanan. Kami berkomitmen untuk memulangkan semua sandera. Kami pikir metode ini mempunyai peluang," sebutnya.
Netanyahu menyampaikan bahwa eruan untuk gencatan senjata berarti meminta Israel untuk menyerah terhadap terorisme dan barbarisme. “Itu tidak akan terjadi. Alkitab mengatakan bahwa ada waktu untuk damai dan ada waktu untuk perang. Ini adalah waktunya untuk berperang," sebut Netanyahu. Dia menyebut militan Hamas sebagai “monster” dan mengatakan Israel akan terus mengejar mereka.
Penyelamatan Megidish memperkuat klaim pemerintah bahwa mereka dapat berperang dan membebaskan sandera secara bersamaan. Namun, banyak kerabat sandera yang memilih menerima tawaran Hamas untuk menukar mereka dengan sekitar 5.000 warga Palestina, termasuk militan Hamas, di penjara Israel.
Israel telah menolak tawaran tersebut. Menteri Urusan Strategis, Ron Dermer, mengatakan jika ada usulan untuk membebaskan para sandera, pemerintah akan mempertimbangkan jeda sementara dalam permusuhan untuk mengeluarkan mereka dengan aman.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Sassuolo vs Cesena di Coppa Italia: Jay Idzes Berpeluang Starter!
