Ilustrasi Blue Moon yang akan terjadi pada 30-31 Agustus 2023. (rmg.co.uk)
JawaPos.com - Selama misi Apollo 17 pada 1972, yang merupakan terakhir kali manusia menapakkan diri ke permukaan Bulan.
Astronot Amerika Serikat, Harrison Schmitt dan Eugene Cernan mengumpulkan sekitar 110,4 kg sampel tanah dan batuan yang kemudian dikembalikan ke Bumi untuk diteliti lebih lanjut.
Setengah abad kemudian, kristal mineral zirkon di dalam fragmen batuan beku berbutir kasar yang dikumpulkan oleh Schmitt memberi para ilmuwan pemahaman yang lebih dalam tentang pembentukan bulan dan usia yang tepat dari pasangan Bumi.
Dilansir dari Space pada Selasa (24/10), ilmuwan mengungkapkan bulan kini berusia sekitar 40 juta tahun lebih tua dari yang diperkirakan sebelumnya.
Dikatakan bulan terbentuk lebih dari 4,46 miliar tahun yang lalu atau dalam kurun waktu 110 juta tahun setelah kelahiran tata surya.
Hipotesis utama pembentukan bulan adalah selama sejarah awal tata surya yang kacau, sebuah obyek seukuran Mars yang disebut Theia menabrak Bumi purba.
Baca Juga: Lebih dari Setahun Terjebak di Luar Angkasa, Astronot dan Kosmonot Berhasil Kembali ke Bumi
Lalu melontarkan magma batuan cair ke luar angkasa, membentuk piringan puing-puing yang mengorbit Bumi dan menyatu menjadi bulan. Namun waktu yang tepat untuk pembentukan bulan masih sulit dipastikan.
Kristal mineral dapat terbentuk setelah magma mendingin dan memadat.
Para peneliti menggunakan metode yang disebut tomografi probe atom untuk mengonfirmasi usia benda padat tertua yang diketahui terbentuk setelah tumbukan raksasa yaitu kristal zirkon di dalam pecahan jenis batuan yang disebut norit yang dikumpulkan oleh Schmitt.
"Saya menyukai fakta bahwa penelitian ini dilakukan pada sampel yang dikumpulkan dan dibawa ke Bumi 51 tahun yang lalu. Pada saat itu, tomografi probe atom belum dikembangkan dan para ilmuwan tidak akan membayangkan jenis analisis yang dilakukan ini," ujar Phillip Heck peneliti dari Chicago dikutip dari Reuters.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
