Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Oktober 2023 | 13.19 WIB

Memasuki Hari ke-17, Orkestra Kekejaman Israel Makin Membawa Bencana Kemanusiaan Mengerikan di Gaza Palestina

Anak-anak Palestina yang mengungsi di sekolah UNRWA menangis setelah serangan udara Israel menghantam sebuah rumah di seberang jalan. - Image

Anak-anak Palestina yang mengungsi di sekolah UNRWA menangis setelah serangan udara Israel menghantam sebuah rumah di seberang jalan.

JawaPos.com -  Orkestra kekejaman Israel terus berlangsung dan memasuki hari ke-17 pada konflik yang meletus 7 Oktober ini. 

Orkestra itu dibuka lewat prolog Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant yang menyatakan, "Pengepungan Total terhadap Gaza." Atau dalam kata lain, kehidupan tanpa listrik, air, bahan bakar, dan makanan.

Prolog lain disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Emmanuel Nahshon yang mengeluarkan pernyataan, "Kalahkan mereka secara total dan tegas dengan cara apapun. Perang ini tidak hanya melawan Hamas." 

Setelah itu muncullah sederet serangan brutal, Setelah pengeboman RS Baptis Gaza yang menewaskan 500 orang lebih. 

Pejabat Palestina di bidang kesehatan kembali mengatakan serangan udara Israel pada hari Minggu kemarin kembali menewaskan 400 korban jiwa dalam sehari.

Israel telah dua minggu ini melakukan pemboman intensif di Gaza dan menewaskan korban tewas menyentuh 5000 warga Palestina.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina jumlah korban jiwa di Gaza telah mencapai 5.087 orang dan 15.273 lainnya luka-luka.

Jumlah korban jiwa tersebut di antaranya 2.055 anak-anak, 1.119 perempuan, 20 jurnalis, 29 staf PBB (UNRWA), dan 217 lansia. 

Jurnalis yang menjadi korban terbaru adalah Roshdi Sarraj, seorang jurnalis Palestina dan co-founder Ain Media dalam serangan udara Israel di Tel al-Hawa, Gaza.

Sementara itu lebih dari 60 persen penduduk Gaza membutuhkan bantuan makanan bahkan sebelum kampanye pemboman Israel berlangsung pada 7 Oktober silam. 

Laporan bersama Program Pangan PBB World Food Programme (WFP) dan Food and Agriculture Organization (FAO) mengungkapkan, "Kehancuran (akibat serangan Israel) sangat mengganggu pasokan makanan di Gaza."

Selain itu PBB menyatakan bahwa 97 persen air di Gaza tidak memenuhi standar yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 

Parade pemboman di Gaza membawa nestapa dan bencana kemanusiaan bagi warga Palestina. 

Bukan lagi perang melawan Hamas, orkestra kekejaman Israel melakukan kampanye genosida yang membantai warga sipil yang tak berdosa dan membawa bencana kemanusiaan mengerikan di depan mata. 

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore