Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 Oktober 2023 | 05.06 WIB

Claudia Goldin Menangi Hadiah Nobel Ekonomi atas Karyanya Tentang Kesenjangan Gender

Profesor Harvard, Claudia Goldin sesaat setelah memenangi Hadiah Nobel Ekonomi pada Minggu (9/10). - Image

Profesor Harvard, Claudia Goldin sesaat setelah memenangi Hadiah Nobel Ekonomi pada Minggu (9/10).

JawaPos.com–Sejarawan ekonomi Harvard Claudia Goldin memenangi hadiah Nobel Ekonomi 2023 atas karyanya mengungkap penyebab kesenjangan upah dan pasar tenaga kerja yang mengakar antara laki-laki dan perempuan, kata Royal Swedish Academy of Sciences pada Senin (9/10).

Penghargaan bergengsi tersebut, yang secara resmi dikenal dengan Hadiah Sveriges Riksbank dalam Ilmu Ekonomi untuk mengenang Alfred Nobel, adalah yang terakhir dari hadiah Nobel tahun ini dan bernilai 11 juta Krona Swedia atau setara dengan Rp 15 miliar.

”Peraih penghargaan ilmu ekonomi tahun ini, Claudia Goldin, memberikan laporan komprehensif pertama mengenai pendapatan perempuan dan partisipasi pasar tenaga kerja selama berabad-abad. Penelitiannya mengungkap penyebab perubahan, serta sumber utama kesenjangan gender yang masih ada,” kata badan pemberi hadiah tersebut dalam sebuah pernyataan.

Goldin yang pada 1990 menjadi perempuan pertama yang bekerja di departemen ekonomi Harvard, merupakan perempuan ketiga yang memenangi hadiah Nobel bidang ekonomi, dan perempuan pertama yang memenangkannya sendirian. Dia memuji keputusan tersebut sebagai penghargaan atas ide-ide besar dan perubahan jangka panjang.

”Masih ada perbedaan besar antara perempuan dan laki-laki dalam hal apa yang mereka lakukan, bagaimana mereka dibayar dan sebagainya,” kata Goldin dilansir dari Reuters.

”Dan pertanyaannya adalah, mengapa hal ini terjadi? Dan itulah inti dari pekerjaan ini,” imbuh dia.

Buku Goldin yang terbit pada 1990, Understanding the Gender Gap: An Economic History of American Women (Memahami Kesenjangan Gender: Sejarah Ekonomi Perempuan Amerika) merupakan kajian yang sangat berpengaruh terhadap akar ketidaksetaraan upah selama 200 tahun menurut sejarah.

Dia menindaklanjuti dengan penelitian tentang dampak pil kontrasepsi terhadap karir perempuan dan keputusan pernikahan, nama keluarga perempuan setelah menikah sebagai indikator sosial dan alasan mengapa perempuan kini menjadi mayoritas sarjana.

Dia mengatakan pada konferensi pers di Harvard bahwa sepanjang sejarah, perempuan sering kali disembunyikan dari pandangan dan tidak diberi kompensasi karena melakukan pekerjaan yang sama dengan laki-laki.

”Seiring berjalannya waktu, mereka (perempuan) telah meninggalkan rumah dan pertanian keluarga atau bisnis keluarga dan berpindah ke area produksi pasar yang luas,” kata Goldin.

”Mereka telah menjadi pekerja, mereka mulai mencari nafkah untuk diri mereka sendiri dan keluarga mereka. Kehidupan mereka telah banyak berubah, namun pasar tenaga kerja dan kebijakan pemerintah sering kali lebih lambat dalam merespons,” ungkap Goldin.

Randi Hjalmarsson, anggota komite penghargaan ekonomi mengatakan, penemuan Goldin memiliki implikasi sosial yang luas. Hjalmarsson mengutip kata-kata Goldin, akhirnya dengan memahami masalahnya dan mengatasinya dengan tepat, kita akan mampu membuka jalan ke depan yang lebih baik.

”Dedikasi Goldin untuk meningkatkan kesetaraan ekonomi merupakan inspirasi bagi kita semua,” kata Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde di media sosial X.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore