Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 September 2023 | 22.28 WIB

Nestapa Suku Vadoma di Zimbabwe, Masyarakatnya Memiliki Bentuk Kaki Seperti Kaki Burung Unta

Masyarakat Suku Vadoma di Zimbabwe memiliki kaki seperti kaki burung unta. - Image

Masyarakat Suku Vadoma di Zimbabwe memiliki kaki seperti kaki burung unta.

JawaPos.com - Wilayah Kayemba di bagian utara Zimbabwe adalah rumah bagi masyarakat Suku Vadoma. Dan, mereka terkenal menderita Ectrodactyly, atau sindrom kaki burung unta. Sebagian besar populasi mereka dipengaruhi oleh kelainan genetik sehingga memiliki kaki seperti kaki burung unta.

Apa itu Ectrodactyly alias sindrom kaki burung unta? Dilansir dari Science Times, Ectrodactyly, juga disebut sebagai split hand/foot malformation (SHFM), adalah suatu kondisi yang ditandai dengan tidak adanya satu atau lebih jari tangan atau kaki, menurut Rare Disease. Ketiga jari tengah hilang dan menyisakan dua jari terluar, jempol dan kelingking. Pada beberapa orang, selain kaki, tangan juga terkena.

Menurut artikel Medium, Ectrodactyly juga dikenal sebagai sindrom dua jari atau cakar lobster. Di kalangan masyarakat Vadoma, Ectrodactyly merupakan kondisi unik yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Karena bentuk jari kakinya, banyak masyarakat Suku Vadoma yang kesulitan memakai sepatu. Kendati demikian, mereka tetap pandai memanjat pohon meski hanya memiliki dua jari di setiap kakinya atau disebut memiliki dua jempol. Mereka juga masih bisa berlari, tapi terkadang mengalami kesulitan.

Menariknya, kondisi tersebut bukan dianggap sebagai aib. Meski orang lain mungkin menilai masyarakat Suku Vadoma hidup dalam kenestapaan karena bentuk kakinya lain dari masyarakat umum kebanyakan. Suku Vadoma sangat bangga dengan diri mereka dan menganggap mereka lebih baik dibandingkan suku lainnya.

Mereka sebagian besar adalah pengembara yang berburu, memancing, dan mengumpulkan buah-buahan dan terkenal karena keanehan fisik mereka. Namun, semakin banyak masyarakat suku Vadoma yang memutuskan untuk meninggalkan cara hidup berburu-meramu dan pindah ke dataran rendah karena tindakan keras terhadap perburuan liar dan ancaman dari penjaga hutan.

Dilarang Menikah dengan Suku Lain

Penduduk asli Suku Vadoma dilarang menikah dengan masyarakat di luar kelompoknya. Aturan suku ini diterapkan untuk mencegah ciri tubuh berjari dua atau kaki burung unta menyebar ke suku lain. Keterasingan suku tersebut memungkinkan mereka mempertahankan ciri khas mereka di antara penduduk asli. Aturan tersebut mungkin membantu menjelaskan mengapa keturunan mereka sering mengalami sindrom kaki burung unta.

Masyarakat Vadoma dapat bebas bergaul dan berinteraksi dengan anggota komunitas lainnya meskipun ada budaya perkawinan yang membatasi. Mereka tetap bisa produktif meski kondisinya tidak dianggap sebagai salah satu bentuk disabilitas.

Penyebab Kaki Burung Unta

Ciri fisik masyarakat suku Vadoma diduga oleh para ilmuwan merupakan hasil mutasi pada kromosom nomor tujuh. Beberapa orang menyatakan bahwa kelainan bentuk anggota tubuh bagian bawah atau atas ini lebih umum terjadi dan tidak hanya terbatas pada orang Vadoma. Akibatnya, lebih banyak individu yang memiliki penampilan fisik khas di luar suku Vadoma. Menurut Science Daily Online dapat ditemukan pada satu dari setiap 90.000 orang.

Nenek moyang mereka, menurut mitologi Vadoma, berasal dari pohon Baobab. Para tetua Vadoma percaya bahwa nenek moyang mereka seperti burung yang muncul di langit dan menetap di antara manusia. Mereka menyatakan bahwa DNA mereka adalah kombinasi DNA perempuan di bumi dan DNA nenek moyang mereka yang mirip burung. Akibatnya, persatuan yang tidak biasa itu melahirkan anak-anak yang memiliki nenek moyang yang sama dan menderita sindrom kaki burung unta. Selain itu, mereka menegaskan bahwa Liitolafisi, planet asal mereka, adalah tempat asal nenek moyang mereka.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore