Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 September 2020 | 00.48 WIB

Malaysia Khawatirkan Krisis Rakhine State Ancam Stabilitas ASEAN

KUALA LUMPUR, 11 Dis -- Menteri Pertahanan Datuk Seri Hishammuddin Tun Hussein ketika sidang media selepas Persidangan Dewan Negara di Bangunan Parlimen hari ini. --fotoBERNAMA (2017) HAK CIPTA TERPELIHARA - Image

KUALA LUMPUR, 11 Dis -- Menteri Pertahanan Datuk Seri Hishammuddin Tun Hussein ketika sidang media selepas Persidangan Dewan Negara di Bangunan Parlimen hari ini. --fotoBERNAMA (2017) HAK CIPTA TERPELIHARA

JawaPos.com - Menteri Luar Negeri Malaysia, Hishammuddin Hussein, mengatakan krisis berkepanjangan di Rakhine State, Myanmar dapat menjadi ancaman bagi keamanan dan stabilitas kawasan ASEAN. Hishammuddin juga menegaskan bahwa Malaysia terus memantau pergerakan tidak biasa dari para pencari suaka etnis Rohingya dari Rakhine State dan Cox’s Bazar melalui rute-rute darat dan air.

Sikap tersebut disampaikan dalam intervensi Malaysia di Pertemuan antar-Menteri Luar Negeri negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) ke-53 yang diselenggarakan secara virtual pada Rabu (9/9). “Efek-efek yang terus mengalir dari krisis Rakhine State terus berdampak terhadap negara-negara lain di kawasan, dan ini termasuk Malaysia,” ujar Hishammuddin.


Lebih lanjut, Hussein memberikan tiga pendapat terkait upaya penanganan isu tersebut, yang pertama yakni bagi negara-negara ASEAN untuk memberi perhatian khusus terhadap kejahatan transnasional yang melibatkan penyelundupan dan perdagangan etnis Rohingya, terutama negara-negara pesisir laut Andaman dan Selat Malaka.

“Kejahatan ini dimungkinkan oleh berlanjutnya krisis di negara bagian Rakhine, yang titik penyelesaiannya belum dapat terlihat di waktu dekat bahkan setelah lebih dari dua tahun sejak krisis dimulai pada 2017,” papar Hishammuddin.

Hishammuddin juga menyoroti tindakan penyelundupan dan perdagangan orang yang dilakukan melalui teritori-teritori negara anggota ASEAN, dan menggarisbawahi pentingnya kerja sama guna menangani masalah tersebut. “Ketiga, Malaysia mendukung proses repatriasi yang dilakukan secara sukarela, aman, dan bermartabat,” ungkapnya.

Hishammuddin menambahkan kendati jalur pemulangan perlu dibuka secepatnya, proses repatriasi juga harus kredibel dan sesuai dengan aturan.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=PT-4eu9Gb7c

https://www.youtube.com/watch?v=5vrae6mlcjc

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore