
Obat dexamethasone (Justin Tallis/AFP)
JawaPos.com - Para ilmuwan Oxford, Inggris, memberi gebrakan atas penemuan dalam mengobati pasien Covid-19. Obat Dexamethasone yang ditemukan oleh para ilmuwan dianggap manjur untuk mencegah kematian pada pasien Covid-19 yang parah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga memuji temuan tersebut.
Obat itu adalah golongan steroid yang memiliki harga murah dan tersedia luas di pasaran. Obat tersebut terbukti dalam uji coba bisa menekan angka kematian pasien yang sangat parah di Inggris hingga sepertiga.
Pemerintah Inggris segera mengesahkan penggunaan obat itu di rumah sakit Inggris setelah hasil diumumkan pada Selasa (16/7). Para peneliti mengatakan bahwa mereka akan segera mempublikasikan hasil temuan.
Pakar penyakit menular top AS, Anthony Fauci mengatakan bahwa penemuan obat untuk pasien Covid-19 adalah berita baik. Itu merupakan terobosan dalam bidang medis.
"Ini adalah peningkatan signifikan dalam pilihan terapi yang tersedia yang kita miliki," kata Fauci seperti dilansir dari Science Times, Rabu (17/6).
Para peneliti dari Universitas Oxford melakukan tes yang komprehensif dan ketat pada 2.104 pasien dan membandingkannya dengan 4.321 pasien yang hanya mendapatkan perawatan biasa. Obat itu diberikan melalui mulut atau melalui infus kepada pasien selama sepuluh hari.
Kemudian, setelah empat minggu, peneliti menemukan bahwa itu signifikan mengurangi kematian sebesar 35 persen pada pasien yang dibantu dengan ventilator. Dan sebesar 20 persen untuk mereka yang membutuhkan oksigen.
Sampai sekarang hanya remdesivir, obat dari Gilead Sciences, yang dapat membantu pasien Covid-19. Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh US National Institutes of Health, obat ini mempersingkat waktu sembuh pasien sebesar 31 persen dari 15 hari perawatan menjadi 11 hari perawatan. Namun Fauci belum yakin apakah Remdisivir dapat digunakan bersamaan dengan Dexamethasone.
Ahli virus Nick Cammack dari Wellcome Trust, badan amal Inggris yang mendukung penelitian, mengatakan bahwa Dexamethasone hanya membantu kasus-kasus parah. Masih ada banyak nyawa yang harus diselamatkan secara global, seperti dikutip dari USA Today. Selain itu, Cammack mengatakan bahwa dengan terobosan obat itu, obat ini segera bisa digunakan di seluruh dunia.
Tidak ada informasi tentang efek samping obat. Tetapi para peneliti mengatakan bahwa mereka hanya menggunakan dosis rendah dan untuk waktu singkat. Sudah dipertimbangkan sejauh ini aman. Harganya pun terjangkau. Satu pasien hanya membutuhkan USD 8 atau setara Rp 112 ribu.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=rJio60hKuKk
https://www.youtube.com/watch?v=jKaZ_fTKHlM
https://www.youtube.com/watch?v=60hJO8N9RQM

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
