Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Mei 2020 | 18.05 WIB

Mengais Rezeki Selama Pandemi, Penari Striptis Wajib Pakai Masker

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Semua orang harus bertahan hidup dengan tetap mencari rezeki selama masa pandemi Covid-19. Termasuk para penari striptis di kelab malam di perbatasan Colorado-Wyoming. Seiring dibukanya kelap malam, mereka pun mulai bekerja lagi. Namun, mereka diwajibkan mengikuti protokol kesehatan yakni memakai masker.

Contohnya Cleo, salah satu penari yang menghitung uang dolar dari aksinya. Di sekelilingnya, lebih dari selusin perempuan hampir telanjang menari di atas panggung dan berayun di tiang ketika musik menggema. Pelanggan lantas "melempari" para penari dengan uang. Ada yang berbeda karena penari-penari striptis tersebut mengenakan masker.

Beberapa penari striptis ada yang melilitkan bandana atau syal di sekitar hidung dan mulutnya. Beberapa penari lainnya mengenakan masker bedah. Agak aneh memang saat masker itu menjadi aksesori wajib selain g-string, bikini, dan pakaian dalam. Tapi, hal itu memang harus dilakukan karena dunia masih dalam kondisi pandemi Coronavirus. Mereka wajib mengikuti aturan negara.

Bagi Cleo, USD 22 itu adalah penghasilan pertama yang diperolehnya dalam beberapa minggu terakhir. Dan dia siap untuk menghasilkan lebih banyak. "Aku merasa riasanku berkeringat karena masker," tambahnya dari balik bandana-nya, seperti dilansir dari USA Today, Senin (18/5)

Cleo naik ke atas panggung dan mulai berputar di sekitar tiang. Dengan sepatu setinggi 5 inci, dia menari di atas lantai ke tengah hamburan sorakan dan teriakan pengunjung.

The Den, salah satu kelab malam dengan pertunjukan tarian striptis menjadi kelab malam pertama di AS yang dibuka kembali di tengah pandemi Coronavirus. Untuk merayakan pembukaan kembali, kelab malam tersebut mengadakan pesta masker.

Karena Wyoming memiliki kasus Coronavirus yang sangat sedikit, pejabat kesehatan negara pada Jumat (15/5) mengizinkan sebagian besar bisnis untuk dibuka kembali. Para pejabat mengatakan mereka telah mengonfirmasi hanya 541 kasus dan hanya 7 kematian.

“Saya sangat bersemangat. Saya sedikit takut karena virusnya masih ada di luar sana, tetapi saya senang bisa pergi bekerja, karena banyak orang belum bisa. Walau ada uang stimulus tapi rasanya saya tak mau tergantung pada pemerintah," kata penari Doris Craig yang berusia 20 tahun.

Sementara bar dan restoran lain di seluruh negeri perlahan-lahan dibuka kembali dengan protokol kesehatan dan jarak yang ketat. Di The Den, pembersih tangan atau hand sanitizer ada di mana-mana. Tetapi tetap saja, penari juga menyentuh pelanggan mereka dan bertukar uang, yang dapat membawa virus.

Pemilik The Den, Kim Chavez mengatakan dia sebetulnya tidak merasa benar-benar aman saat membuka kelab malam itu kembali, tetapi dia merasa dia tidak punya pilihan. Sementara itu, para penari mengatakan mereka merindukan penghasilan. Mereka bisa mendapatkan lebih dari USD 1.000 jika beruntung.

Beberapa penari The Den mengatakan mereka mencoba untuk mendapatkan uang dengan tampil online, tetapi itu sulit. "Para penari bersaing dengan jutaan gadis lain," kata Chavez.

Saat tempat parkir The Den dipenuhi dengan pikap dan SUV, kerumunan sebagian besar adalah pria. Tak satu pun dari mereka mengenakan masker. Maka dari itu penari tetap berusaha mematuhi protokol kesehatan dan menjaga jarak aman.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=yzFL_FIfIhA

https://www.youtube.com/watch?v=IcFjZuDgpOk

https://www.youtube.com/watch?v=A9T_JUrKV68

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore