Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 Mei 2020 | 19.37 WIB

Covid-Organics, Teh Herbal dari Madagaskar untuk Pasien Covid-19

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Setiap pemimpin negara punya jurus masing-masing untuk menyembuhkan rakyatnya yang terpapar penyakit Covid-19. Sementara obat medis belun ditemukan, pemimpin negara di Afrika tak kehilangan akal. Presiden Madagaskar, Andry Rajoelina justru memperkenalkan teh herbal untuk pasien Covid-19.

Madagaskar pada bulan lalu meluncurkan obat herbal yang diklaim sang presiden dapat mencegah dan menyembuhkan penyakit tersebut. Pengumuman itu sambil menunggu para ahli medis yang berusaha menemukan obat untuk penyakit pernapasan itu.

Dilansir dari Aljazeera, Jumat (8/5), Rajoelina, seorang mantan DJ, pada 2009 dalam usia 34 menjadi pemimpin nasional termuda di negara tersebut. Rajoelina mengklaim ada obat herbal bernama Covid-Organics. Dia sesumbar teh herbal itu sudah menyembuhkan dua orang.

"Teh herbal ini memberikan hasil dalam tujuh hari," kata Rajoelina kepada wartawan dan diplomat pada April lalu.

Obat herbal itu dihasilkan dari artemisia, sebuah tanaman dengan khasiat terbukti melawan malaria, dan ramuan asli lainnya. Ini menurut Institut Riset Terapan Malagasi yang mengembangkan minuman tersebut. Tanaman ini pertama kali diimpor ke negara pulau itu pada 1970-an dari Tiongkok untuk mengobati malaria.

Sekarang dipasarkan dalam botol sebagai teh herbal. Sementara Rajoelina mengatakan uji klinis sedang berlangsung di Madagaskar untuk menghasilkan bentuk yang dapat disuntikkan ke dalam tubuh.

Terkait klaim Rajoelina, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan semua orang untuk tidak menggunakan obat yang belum diuji untuk Covid-19. "Orang Afrika layak menggunakan obat-obatan yang diuji dengan standar yang sama dengan orang di seluruh dunia," kata WHO.

"Bahkan jika terapi berasal dari praktik tradisional dan alami, memastikam kemanjuran dan keamanannya melalui uji klinis yang ketat sangat penting," lanjut WHO.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) juga memperingatkan orang-orang agar tidak menggunakan obat yang belum terbukti. "Tidak ada bukti ilmiah bahwa pengobatan alternatif ini dapat mencegah atau menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh Covid-19. Bahkan, beberapa di antaranya mungkin tidak aman untuk dikonsumsi," kata CDC.

Sementara itu, Uni Afrika mengatakan sedang berdiskusi dengan Madagaskar dengan tujuan untuk mendapatkan data teknis mengenai keamanan dan efisiensi obat herbal. Dalam upaya meyakinkan orang dan mengesampingkan masalah keamanan, Rajoelina mengambil dosis Covid-Organics di acara peluncuran dan mengatakan itu aman untuk diberikan kepada anak-anak.

Beberapa negara Afrika lain, termasuk Tanzania, Liberia, Guinea Ekuatorial, dan Guinea-Bissau bahkan telah memesan atau menerima kiriman obat tersebut. Pada Minggu kemarin Presiden Tanzania John Magufuli mengatakan dia mengirim sebuah pesawat ke Madagaskar untuk mengumpulkan pengiriman tonik.

"Saya sedang berkomunikasi dengan Madagaskar. Mereka sudah mendapat obat. Kami akan mengirim penerbangan ke sana dan obat itu akan dibawa ke negara itu sehingga rakyat Tanzania juga bisa mendapat manfaat," ujarnya.

Sementara itu, di Guinea-Bissau, Presiden Umaro Sissoco Embalo pergi ke bandara untuk menerima pengiriman minuman yang disumbangkan oleh pemimpin Madagaskar. Covid-19 telah menyebar ke semua negara di Afrika kecuali Lesotho.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=lcgjvICMfF4

https://www.youtube.com/watch?v=5OAiwA7ZNvQ

https://www.youtube.com/watch?v=2Y86hriE71A

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore