Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Februari 2020 | 20.03 WIB

Konflik AS-Iran Belum Usai, Markas Militer di Kirkuk Dihantam Roket

A man holds a satirized doll of U.S. President Donald Trump in an annual rally at Azadi (Freedom) St. celebrating 41st anniversary of Islamic Revolution, in Tehran, Iran, Tuesday, Feb. 11, 2020. Iranians were taking to the streets of Tehran and other citi - Image

A man holds a satirized doll of U.S. President Donald Trump in an annual rally at Azadi (Freedom) St. celebrating 41st anniversary of Islamic Revolution, in Tehran, Iran, Tuesday, Feb. 11, 2020. Iranians were taking to the streets of Tehran and other citi

JawaPos.com – Masalah antara pemerintah AS dan Iran belum tuntas. Pekan ini, konflik yang berkaitan antara dua negara tersebut terus muncul. Kamis (13/2), markas militer AS di Provinsi Kirkuk diroket. Menurut Agence France-Presse, roket Katyusha itu jatuh di lapangan markas K1 pukul 20.45.

Markas K1 pernah menjadi sasaran roket pada 27 Desember lalu. Sebanyak 30 roket jatuh dan menewaskan satu kontraktor AS. Hal itu akhirnya menjadi akar ketegangan antara AS dan Iran. Ketegangan itu baru berakhir setelah Iran menyerang dua markas militer AS di Iraq dengan rudal balistik Januari lalu.

AS belum memberikan komentar terkait serangan itu. Namun, Iran sudah memberi peringatan. Kepala Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Hossein Salami mengatakan, AS maupun sekutu erat Israel harus berhati-hati.

”Sedikit saja kesalahan, kami akan menyerang Anda berdua,” ungkapnya saat berpidato memperingati 40 hari kematian Jenderal Qasem Soleimani.

Tewasnya Soleimani merupakan awal puncak konflik Iran-AS. Dia dibunuh dengan drone AS 3 Januari lalu dengan alasan pemimpin Quds Force itu sedang menyusun rencana menyerang Kedubes AS di Iraq. Iran mengatakan siap memulai perang sebelum akhirnya dipaksa mundur karena salah menembak pesawat komersial milik Ukraine International Airlines (UIA).

Pada hari yang sama, Angkatan Laut AS mengumumkan menyita senjata yang asal Iran. Kapal Perang AS menemukan antara lain 150 rudal antitank dan tiga rudal darat ke udara di dalam dhow, kapal tradisional, pada Minggu (9/2). ”Senjata yang kami sita serupa dengan senjata yang pernah ditemukan November lalu,” kata pernyataan resmi Angkatan Laut AS.

Sementara itu, Senat AS baru saja meloloskan resolusi Iran War Powers. Resolusi tersebut meminta pemerintah meminta izin kongres sebelum melakukan aksi perang. Sebanyak 55 senator, termasuk 8 anggota Republik, mendukung resolusi itu.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore