Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Februari 2020 | 10.05 WIB

Donald Trump Mulai Bersih-Bersih, Singkirkan Pihak yang Berlawanan

FILE - In this Nov. 19, 2019, file photo then National Security Council aide Lt. Col. Alexander Vindman, left, walks with his twin brother, Army Lt. Col. Yevgeny Vindman, after testifying before the House Intelligence Committee on Capitol Hill in Washingt - Image

FILE - In this Nov. 19, 2019, file photo then National Security Council aide Lt. Col. Alexander Vindman, left, walks with his twin brother, Army Lt. Col. Yevgeny Vindman, after testifying before the House Intelligence Committee on Capitol Hill in Washingt

JawaPos.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump semakin percaya diri pasca dinyatakan tidak bersalah dalam sidang pemakzulan pekan lalu. Jumat (7/2) dia memecat beberapa pejabat pemerintahan. Tepatnya yang berkaitan dengan rangkaian proses pemakzulan sejak akhir tahun lalu.

Salah seorang pejabat yang dipecat adalah Letkol Alexander Vindman. Kabar itu disampaikan David Pressman, pengacara Vindman.

’’Saya kira semua tahu alasan yang membuat klien saya kehilangan pekerjaan. Letkol Vindman diminta keluar karena mengungkap kebenaran,’’ ujarnya kepada CNBC.

Vindman adalah pakar Ukraina pada National Security Council (NSC). Setelah bersaksi melawan Trump, lelaki 44 tahun itu dibebastugaskan. ’’Jasanya tidak dibutuhkan lagi oleh presiden,’’ kata Pressman.

Di hadapan House of Representatives (DPR AS), Vindman menyebut perbincangan antara Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky patut dicurigai. Peraih medali Purple Heart itu pun lantas menjadi target kubu Trump. Vindman menjadi bulan-bulanan politik.

Tanpa tedeng aling-aling, Trump menyatakan ketidaksukaannya terhadap Vindman pada Sabtu (8/2). Menyebutkan alasan profesional di balik pemecatan, taipan 72 tahun itu menegaskan bahwa keputusannya mendepak Vindman sudah benar.

’’Saya tak kenal dan belum pernah bertemu dengan dia. Yang saya tahu dia adalah pembangkang yang suka membocorkan informasi. Dia juga mendapat penilaian buruk dari atasannya,’’ ungkap Trump via Twitter.

Selain Vindman, Trump ternyata juga menghukum Yevgeny. Menurut Pressman, Yevgeny yang merupakan pengacara NSC juga disuruh hengkang dari Gedung Putih. Keputusan itu sangat mendadak dan tanpa alasan. Apalagi, tidak seperti Vindman, Yevgeny tidak pernah bersaksi ataupun mengeluarkan komentar terkait dengan skandal Ukraina.
’’Pengabdiannya selama dua dekade untuk negeri ini dibuang begitu saja,’’ kritik Pressman.

Selain Vindman dan kembarannya, New York Times melaporkan bahwa Dubes AS untuk Uni Eropa (UE) Gordon Sondland juga kena getahnya. Trump bersikeras meminta Sondland diberhentikan karena bersaksi melawannya.

Sebenarnya, setelah bersaksi pekan lalu, Sondland mengungkapkan niat untuk mengundurkan diri. Tapi, sebelum itu terjadi, Trump lebih dulu menyingkirkannya.

’’Dengan memecat Vindman dan Sondland, rezim Trump telah menyampaikan pesan yang jelas. Mereka tidak akan menoleransi orang yang mengatakan kebenaran,’’ ujar Jack Reed, senator Partai Demokrat.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore