
Reynhard Sinaga (Manchester Evening News)
JawaPos.com - Hukuman seumur hidup yang dijatuhkan pada predator seks asal Indonesia, Reynhard Sinaga, membuka tabir gelap kehidupan para pria korban pemerkosaan. Korban atas kejahatan seksual itu mulai berani muncul dan meminta perlindungan atas masa depan mereka.
Dilansir dari ITV, Minggu (19/1), badan amal yang membantu para pria yang selamat dari pemerkosaan di Inggris mengatakan, mereka mencatat banyaknya telepon para korban yang menghubungi usai vonis pada Reynhard Sinaga. Reynhard Sinaga yang berbasis di Manchester pekan lalu dipenjara minimal 30 tahun dan maksimal seumur hidup, setelah memperkosa ratusan pria.
Empat organisasi mengungkapkan, dapat banyak panggilan telepon dari para pria yang mengaku pernah menjadi korban pemerkosaan secara umum (bukan hanya kasus Reynhard Sinaga). Semua organisasi itu mengatakan berusaha mendampingi para penyintas.
Sejumlah organisasi seperti Survivors Trust yang berbasis di Rugby dan Helpline Survivors National Male yang dioperasikan oleh Safeline yang berbasis di Warwick, mengatakan jumlah penelepon naik lima kali lipat sejak vonus Reynhard Sinaga. Salah satu pemilik organisasi, Neil Henderson, meyakini bahwa hukuman berat bagi predator seks membantu para penyintas berani berbicara (speak up) dan merasa hukuman sudah adil. Dan tentunya bagi para orang tua yang khawatir, bisa mendapatkan perlindungan.
Neil Henderson, mengatakan hukuman berat pada Reynhard Sinaga itu telah memengaruhi organisasinya. Selama dua atau tiga hari setelah putusan pengadilan, telepon jumlah korban ke saluran bantuan itu meningkat 5 kali lipat. Menurutnya itu adalah tanda positif bahwa semakin banyak pria berani ingin bicara.
"Tahun lalu ada 29 ribu kontak dan kami rasa masih seperti puncak gunung es. Masih ada jutaan pria di luar sana yang butuh dukungan," jelasnya.
Sebelumnya, Jaksa Agung Inggris Geoffrey Cox pada Kamis (16/1) mengajukan banding terhadap hukuman Reynhard Sinaga seperti dilansir dari AsiaOne. Dia menilai hukuman Reynhard dengan batas minimal 30 tahun terlalu ringan. Geoffrey Cox meminta Pengadilan Banding untuk mempertimbangkan memaksakan 'hukuman seumur hidup' sehingga Reynhard tidak akan pernah dibebaskan dari penjara.
Jaksa agung memiliki kekuatan untuk mengajukan banding atas hukuman tertentu yang dijatuhkan oleh hakim pengadilan di Inggris. Reynhard ditangkap pada 2017 setelah seorang korban berhasil kabur. Penyidik pun menemukan rekaman dan foto kejahatannya. Reynhard disebut sebagai pemerkosa paling produktif dalam sejarah hukum Inggris.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
