
Photo
JawaPos.com - Ribuan orang harus mengungsi akibat meletusnya Gunung Taal di Batangas, Filipina, Minggu (12/1). Otoritas setempat telah mengeluarkan peringatan dini agar warga dan turis segera menyelamatkan diri dari tiga wilayah yang paling dekat dengan kawah yakni, Tagaytay, Batangas dan Cavite. Belum ada juga laporan turis dan warga Indonesia yang terdampak atas bencana itu.
Pihak Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) telah menetapkan status bahaya level 4 sejak Minggu kemarin. Erupsi Gunung Taal masih dapat berlangsung beberapa jam kemudian bahkan hingga berhari-hari. Phivolcs juga merekam adanya gempa bumi yang dirasakan hingga mengeluarkan suara gemuruh di sekitar kaldera dan sejumlah desa di Agoncillo, Batangas.
Menurut keterangan resmi dari Phivolcs kepada media, muntahan material vulkanik menutupi wilayah Barat Daya. Hingga saat ini belum ada laporan terkait jatuhnya korban di wilayah terdampak.
Pemerintah setempat mengimbau warga agar selalu mengenakan masker mengingat abu vulkanik yang dikeluarkan akibat erupsi tersebut sangat pekat. Berdasarkan laporan sementara, belum ada laporan mengenai abu vulkanik yang mencapai wilayah Indonesia dari wilayah perbatasan terdekat Filipina, yakni Sangihe di Sulawesi Utara.
Juru bicara kepresidenan Salvador Panelo mengatakan, Presiden Rodrigo Duterte telah meminta agar warga segera dievakuasi. Pemerintah pusat memberi jaminan bersama pemerintah daerah untuk memastikan keselamatan warga menjadi yang utama.
"Sejak Minggu (12/1) pukul 05.30 sore waktu setempat, sekitar 6.000 penduduk telah dievakuasi menggunakan perahu motor dan ambulance kapal, dari pulau gunungapi ke wilayah Nicolas, Talisay, Agoncillo dan Laurel hingga hari ini," kata Juru Bicara otoritas bencana alam Batangas, Alex Masiglat dalam keterangan tertulis Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin (13/1).
Sementara itu, menurut Badan Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Alam Filipina, 6.000 penduduk tersebut telah dievakuasi ke Batangas. Paling banyak berasal dari San Nicolas, Balete dan Talisay. Pemerintah daerah setempat juga telah mengevakuasi penduduk ke tepi danau di Batangas dan Tagaytay, Provinsi Cavite.
Sekretaris otoritas Pariwisata, Bernadette Romullo-Puyat telah meminta para wisatawan meninggalkan lokasi Tagaytay-Batangas-Cavite demi keamanan. "Langit menjadi merah kecoklatan dan kita bisa mendengar butiran debu bercampur kerikil jatuh di atas atap," kata Lawrence Ramos, warga Dasmarinas City, Provinsi Cavite yang berjarak sekitar 30 kilometer dari gunung.
Debu vulkanik juga menyelimuti Silang dan Amadeo di Cavite dan Calamba, Santa Rosa dan San Pedro City di Provinsi Laguna. Sejumlah sekolah di regional Calabarzon, Luson Tengah dan Metro Manila diliburkan demi alasan keselamatan.
Sebelumnya pada Minggu (12/1), Phivolcs menaikkan status menjadi bahaya dari level 2 ke level 3 dengan indikasi adanya intrusi kenaikan level dari dapur magma yang signifikan. Direktur Phivolcs, Renato Solidum, mengatakan gunung berapi itu telah menunjukkan aktivitas seismik tingkat sedang hingga tinggi sejak Maret tahun lalu. Pada hari Minggu, Phivolcs mencatat tiga gempa bumi, yang pertama pada jam 7:35 pagi diikuti oleh dua lagi pada jam 10:43 pagi dan 2.00 dini hari waktu setempat.
Aktivitas seismik, atau serangkaian peristiwa seismik di daerah itu terjadi dalam waktu singkat, dimulai sekitar pukul 11.00 pagi waktu setempat dan berlanjut selama beberapa jam. Pukul 01.00 dini hari terjadi letusan freatik yang disebabkan oleh aktivitas hidrotermal dimulai di kawah utama Gunung Taal yang memuntahkan abu dan uap yang naik setinggi 100 meter.
Seluruh penerbangan yang melalui Gunung Taal dibatalkan karena muntahan abu vulkanik dapat membahayakan pesawat. Otoritas bandara Internasional Ninoy Aquino di Manila memberitahukan kepada maskapai agar membatalkan penerbangan demi alasan keamanan dan keselamatan.
Sebagai informasi, Gunung Taal adalah gunung berapi paling aktif kedua di Filipina. Termasuk dalam jenis stratovolcano, Gunung Taal merupakan salah satu gunung api terkecil di dunia. Letusan paling dahsyat terjadi pada tahun 1911 yang menewaskan 1.335 orang. Gunung Taal kembali meletus pada 1965 dan menewaskan sekitar 200 di desa-desa terdekat.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
