
Butuh waktu kurang dari 24 jam untuk membuat semua pohon Natal, lampu, dan lonceng menghilang dari kompleks perbelanjaan dan kantor-kantor yang memasang ornamen Natal di Kota Nanyang, Tiongkok
JawaPos.com - Butuh waktu kurang dari 24 jam untuk membuat semua pohon Natal, lampu, dan lonceng menghilang dari kompleks perbelanjaan dan kantor-kantor yang memasang ornamen Natal di Kota Nanyang, Tiongkok.
Bahkan boneka beruang raksasa di pintu masuk mal tidak terhindar dari pemusnahan. "Semuanya hilang dan dibersihkan," kata Ma Jun yang bekerja di sana.
Setidaknya empat kota dan satu daerah di Tiongkok telah diperintahkan pembatasan perayaan Natal tahun ini. Siswa, guru, dan orang tua dari 10 sekolah di seluruh Tiongkpk mengatakan bahwa perayaan Natal telah dibatasi.
"Reaksi lokal yang sedang berlangsung terhadap Natal adalah bagian dari sentimen yang lebih luas sejak Xi mengambil alih kekuasaan," kata Zi Yang, seorang Pakar Tiongkok di Sekolah Studi Internasional S. Rajaratnam di Singapura.
Di Nanyang, sekitar 600 mil sebelah barat Shanghai, pejabat pemerintah mampir ke kantor dan kompleks perbelanjaan pada 16 Desember untuk mengatakan, kalau dekorasi Natal harus diturunkan. Seorang pejabat dari biro manajemen perkotaan kota menutup telepon ketika dimintai komentar.
Selanjutnya, pemberitahuan pada 19 Desember mengatakan bahwa siapa pun yang tertangkap melakukan penjualan ornamen Natal atau perayaan yang menghalangi jalan akan dihukum. Anggota Partai Komunis, kata pemberitahuan itu, harus menghindari festival asing dan sebaliknya menjadi model kepatuhan terhadap budaya tradisional Tiongkok.
Kota Langfang, tepat di selatan Beijing, melarang pertunjukan panggung Natal dan promosi barang dagangan. Jendela toko yang penuh stiker Natal harus dilucuti dan jalan-jalan bebas dari spanduk dan lampu Natal. Patroli penegakan hukum akan ditingkatkan pada 23-25 Desember untuk mencegah tanda-tanda perayaan yang ilegal. Biro manajemen Kota Langfang menolak berkomentar.
Surat kabar Global Times yang dikelola pemerintah berpendapat bahwa media Barat melebih-lebihkan tindakan keras Tiongkok pada Natal dan melaporkan bahwa pembatasan di Langfang tidak ditujukan pada Natal tetapi untuk membersihkan kios pinggir jalan dan pedagang migran dengan harapan memenangkan penghargaan "Kota Beradab Nasional" dari Partai Komunis.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
