
Jeruk tidak hanya enak dikonsumsi, melainkan juga untuk dipakai sebagai busana. Sebuah perusahaan startup asal Sicilia, Italia, Orange Fiber kembangkan bahan tekstil yang terbuat dari serat limbah kulit jeruk
JawaPos.com - Jeruk tidak hanya enak dikonsumsi, melainkan juga untuk dipakai sebagai busana. Sebuah perusahaan startup asal Sicilia, Italia, Orange Fiber kembangkan bahan tekstil yang terbuat dari serat limbah kulit jeruk.
Gagasan cemerlang Orange Fiber itu berhasil meyakinkan sebuah rumah mode ternama Italia untuk ikut mengembangkan desain fesyen berbahan serat jeruk. Karena selain tampak keren, bahan ini juga masih menyimpan ragam senyawa yang menyehatkan kulit.
Adriana Santanocito yang pendiri Orange Fiber mengungkapkan:"Bahannya tidak berbau jeruk, namun demikian, semua orang yang melihatnya merasa perlu menyentuhnya, merasakan kehalusannya, dan menciumnya."
Sisilia di Italia adalah salah satu lokasi penting penghasil jeruk. Jutaan pohon jeruk tumbuh di pulau di Laut Tengah ini.
Inspirasi dari kebun jeruk
Di antara kebun jeruk di bagian timur pulau itulah Adriana Santanocito dibesarkan. Dan setelah studi mode di Milan, ia kembali ke sana, untuk mendekatkan Milan serta Sisilia lewat jeruk.
"Di pulau Sisilia industri jeruk menghadapi masalah besar untuk membuang sampah. Itu membuat saya jadi punya ide, yaitu mengkombinasikan dua produk Italia, mode dan buah jeruk. Juga mendirikan perusahaan, yang membuat mode lebih bersifat berkelanjutan", ujar desainer mode itu.
Bersama seorang teman, tahun 2014 Adriana mendirikan perusahaan Orange Fiber. Mereka bereksperimen dengan jeruk dan mendirikan sistem pengolahan untuk membuat mode dari jeruk. Dalam rangka itu, mereka bekerjasama dengan perusahaan, yang membuat produksi sari jeruk di pulau ini.
"Mereka memeras sari dari jeruk, dan yang tersisa di sini hanya kulitnya. Dari limbah kulit jeruk kami mengambil selulosa lewat sebuah proses pengolahan yang sudah kami patenkan.", ujar Adriana Santanocito menambahkan.
Di sebuah pabrik di Spanyol dari kulit jeruk diekstraksi serat tanaman, yang kemudian dipintal menjadi benang halus.
Di Kota Como, Italia, benang ditenun menjadi tekstil berwarna putih yang berkilauan. Kain ini bisa diberi warna apapun dan dikombinasikan dengan bahan lain seperti sutera dan katun.
Produk disukai selebritis
Adriana juga menuturkan kisah unik tekstil dari serat kulit jeruk itu:"Banyak orang yang mendengar tekstil yang berasal dari kulit jeruk, mengira akan mendapat bahan yang strukturnya agak kasar. Padahal ini terasa sangat lembut di kulit, hampir seperti sutera."
Merek mewah Italia Salvatore Ferragamo menggunakan bahan dari jeruk sejak beberapa tahun lalu. Dan memamerkan koleksinya April 2017, yang dibuat dari serat jeruk. Yang kerap muncul sebagai motif kain adalah motif daun jeruk.
Tak lama setelahnya, dalam KTT G7 di Taormina, Sisilia, perusahaan Orange Fiber mendapat perhatian internasional. Ibu negara AS, Melania Trump dan ibu negara Perancis, Brigitte Macron menunjukkan minat.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
