Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 Maret 2019 | 18.57 WIB

Kuburan Masal Ratusan Anak Korban Persembahan Dewa Ditemukan di Peru

Para ahli menemukan kuburan masal ratusan anak korban pembantaian di Peru abad ke-15. Mungkin anak-anak itu merupakan persembahan dan pengorbanan terhadap para dewa mereka akibat adanya badai El Nino yang sangat besar - Image

Para ahli menemukan kuburan masal ratusan anak korban pembantaian di Peru abad ke-15. Mungkin anak-anak itu merupakan persembahan dan pengorbanan terhadap para dewa mereka akibat adanya badai El Nino yang sangat besar

JawaPos.com – Para ahli menemukan kuburan masal ratusan anak korban pembantaian di Peru abad ke-15. Mungkin anak-anak itu merupakan persembahan dan pengorbanan terhadap para dewa mereka akibat adanya badai El Nino yang sangat besar. Dilansir dari Daily Mail pada Kamis (7/3), lebih dari 140 anak laki-laki dan perempuan berusia 5-14 tahun dibantai dalam pengorbanan masal untuk menenangkan para dewa saat itu.


Banyak anak-anak dan hewan muda dipotong hati mereka selama ritual mengerikan tersebut. Diperkirakan badai El Nino besar menyebabkan banjir besar dan badai yang memicu pengorbanan berdarah.


Berdasarkan analisis dari sisa-sisa lebih dari 200 jasad anak-anak itu diperkirakan terjadi sekitar 1450, selama puncak peradaban Chimu di pesisir utara Peru. Situs pemakaman Huanchaquito Las Llamas adalah area seluas 7.500 kaki persegi yang terletak kurang dari setengah mil dari Ibu Kota Chimu, Chan Chan, sebuah situs Warisan Dunia UNESCO.


Kerajaan kuno tersebut mengontrol wilayah sepanjang 600 mil di sepanjang pantai Pasifik dan lembah-lembah dari perbatasan modern Peru-Ekuador sebelum kekaisaran Inca mengambil alih. Temuan studi datang setelah enam tahun pekerjaan penggalian di lokasi dari 2011 hingga 2016.


Penulis studi John Verano, profesor antropologi di Universitas Tulane mengatakan, situs ini membuka bab baru tentang praktik pengorbanan anak-anak di dunia kuno. Penemuan arkeologis ini merupakan kejutan bagi kita semua, kita belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya, dan tidak ada saran dari sumber etnohistoris atau catatan sejarah tentang pengorbanan anak atau ilama yang dilakukan dalam skala seperti itu di pesisir utara Peru.


"Kami beruntung dapat sepenuhnya menggali situs dan memiliki tim lapangan dan laboratorium multidisiplin untuk melakukan penggalian dan analisis awal bahan," ujarnya.


Tes anatomi dan genetik, yang diterbitkan dalam jurnal PLOS One, mengatakan luka pada anak-anak menunjukkan dada mereka dirobek untuk mengambil hati mereka.


Pengorbanan manusia dan hewan dikenal dari berbagai budaya kuno dan sering dilakukan sebagai bagian dari ritual penguburan, arsitektur, atau spiritual. Ada sangat sedikit bukti, sebelum penemuan ini, tentang praktik brutal di wilayah Amerika Selatan ini.

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore