Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 31 Juli 2023 | 22.49 WIB

Amerika Terus Rayu Arab Saudi untuk Jalin Kerja Sama dengan Israel

KESEPAKATAN: Jake Sullivan kembali diutus Presiden AS Joe Biden untuk menjadi jembatan hubungan diplomatik antara Arab Saudi dan Israel. - Image

KESEPAKATAN: Jake Sullivan kembali diutus Presiden AS Joe Biden untuk menjadi jembatan hubungan diplomatik antara Arab Saudi dan Israel.

JawaPos.com – Amerika Serikat (AS) terus berusaha agar sekutunya, Israel, bisa menjalin hubungan dengan Arab Saudi. Usaha untuk mencapai kesepakatan sudah dilakukan selama bertahun-tahun. Tapi belakangan belum juga menemui titik cerah.

Terbaru, AS mengirimkan Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan kembali ke Arab Saudi. ”Sullivan melakukan lawatan ke Jeddah untuk membahas masalah bilateral dan regional. Termasuk inisiatif untuk memajukan visi bersama untuk wilayah Timur Tengah yang lebih damai, aman, sejahtera, dan stabil yang saling berhubungan dengan dunia,” bunyi pernyataan Gedung Putih seperti dikutip New York Times Sabtu (29/7).

Sebelumnya Sullivan telah bertandang ke Arab Saudi pada Mei lalu. Bisa jadi karena ada progres atas kunjungan tersebut, kini Presiden AS Joe Biden kembali mengutus Sullivan untuk menjadi jembatan penghubung pemulihan hubungan diplomatik Israel dengan beberapa negara Arab lainnya.

Pada 2020, di era Presiden Donald Trump, Washington telah berhasil membuat Bahrain, Uni Emirat Arab, Sudan, dan Maroko menjalin hubungan diplomatik dengan Israel lewat Kesepakatan Abraham.

Nah, Biden pun berharap di era pemerintahannya berhasil mengukir prestasi yang sama. Namun, tampaknya Saudi tidak mudah ditaklukkan. Saudi mendesak ada pakta keamanan timbal balik dengan AS sebelum menyetujui pemulihan hubungan dengan Israel. Mereka juga meminta adanya pengembangan program nuklir sipil, di mana negara itu dapat memperkaya uraniumnya sendiri.

Bagi AS, masalah tersebut bukan hanya tentang Israel. AS juga menaruh harapan agar Saudi turut melawan Rusia, mencegahnya berhubungan lebih dekat dengan Tiongkok, menyatukannya dengan Israel, berkoordinasi melawan Iran, membujuknya untuk mengakhiri perang di Yaman, dan meminta agar tidak menaikkan harga minyak menjelang tahun pemilu di Negeri Paman Sam.

The Wall Street Journal melaporkan, para pemimpin Saudi akan mengadakan pembicaraan damai pada 5–6 Agustus mendatang. Pertemuan itu akan melibatkan perwakilan dari Ukraina dan cukup banyak negara lain. Termasuk India dan Brasil.

Mereka merupakan negara-negara yang belum bergabung dengan upaya Barat untuk mengisolasi Rusia atas invasinya ke Ukraina. Rusia tidak ikut dalam pembicaraan karena telah menolak bernegosiasi. Sullivan juga diharapkan hadir. Namun, yang bersangkutan belum memberikan kepastian. (sha/c9/hud)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore