
KESEPAKATAN: Jake Sullivan kembali diutus Presiden AS Joe Biden untuk menjadi jembatan hubungan diplomatik antara Arab Saudi dan Israel.
JawaPos.com – Amerika Serikat (AS) terus berusaha agar sekutunya, Israel, bisa menjalin hubungan dengan Arab Saudi. Usaha untuk mencapai kesepakatan sudah dilakukan selama bertahun-tahun. Tapi belakangan belum juga menemui titik cerah.
Terbaru, AS mengirimkan Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan kembali ke Arab Saudi. ”Sullivan melakukan lawatan ke Jeddah untuk membahas masalah bilateral dan regional. Termasuk inisiatif untuk memajukan visi bersama untuk wilayah Timur Tengah yang lebih damai, aman, sejahtera, dan stabil yang saling berhubungan dengan dunia,” bunyi pernyataan Gedung Putih seperti dikutip New York Times Sabtu (29/7).
Sebelumnya Sullivan telah bertandang ke Arab Saudi pada Mei lalu. Bisa jadi karena ada progres atas kunjungan tersebut, kini Presiden AS Joe Biden kembali mengutus Sullivan untuk menjadi jembatan penghubung pemulihan hubungan diplomatik Israel dengan beberapa negara Arab lainnya.
Pada 2020, di era Presiden Donald Trump, Washington telah berhasil membuat Bahrain, Uni Emirat Arab, Sudan, dan Maroko menjalin hubungan diplomatik dengan Israel lewat Kesepakatan Abraham.
Nah, Biden pun berharap di era pemerintahannya berhasil mengukir prestasi yang sama. Namun, tampaknya Saudi tidak mudah ditaklukkan. Saudi mendesak ada pakta keamanan timbal balik dengan AS sebelum menyetujui pemulihan hubungan dengan Israel. Mereka juga meminta adanya pengembangan program nuklir sipil, di mana negara itu dapat memperkaya uraniumnya sendiri.
Bagi AS, masalah tersebut bukan hanya tentang Israel. AS juga menaruh harapan agar Saudi turut melawan Rusia, mencegahnya berhubungan lebih dekat dengan Tiongkok, menyatukannya dengan Israel, berkoordinasi melawan Iran, membujuknya untuk mengakhiri perang di Yaman, dan meminta agar tidak menaikkan harga minyak menjelang tahun pemilu di Negeri Paman Sam.
The Wall Street Journal melaporkan, para pemimpin Saudi akan mengadakan pembicaraan damai pada 5–6 Agustus mendatang. Pertemuan itu akan melibatkan perwakilan dari Ukraina dan cukup banyak negara lain. Termasuk India dan Brasil.
Mereka merupakan negara-negara yang belum bergabung dengan upaya Barat untuk mengisolasi Rusia atas invasinya ke Ukraina. Rusia tidak ikut dalam pembicaraan karena telah menolak bernegosiasi. Sullivan juga diharapkan hadir. Namun, yang bersangkutan belum memberikan kepastian. (sha/c9/hud)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
