
ALAMI: Suku ini hidup dengan berburu.
JawaPos.com – Di dunia yang sekarang dikuasai teknologi, ternyata masih ada suku terasing yang hidup dengan sederhana. Mereka tidak mengenal restoran cepat saji atau toko serba ada. Apalagi mengenal smartphone dan semacamnya. Di tengah hutan tadah hujan Ekuador, ada Suku Huaorani. Suku yang harus berburu untuk bisa makan. Cara berburunya pun menggunakan senjata tradisional macam tombak dan peluit beracun.
Suku ini memang jago naik pohon tinggi dan menanti dengan sabar binatang buruannya. Mulai dari burung sama primata seperti kera. Binatang buruan itu dibunuh dengan anak panah yang sudah dilumuri racun.
Jumlah suku ini tidak banyak. Tidak sampai empat ribu orang. Tubuh mereka umumnya kecil dan sesuai dengan kebiasaan suka naik pohon, kaki mereka rata dengan tanah. Sebagian kaki mereka memiliki enam jari dan enam jari tangan. Makanan utama mereka adalah kera. Selain itu, ada burung, tanaman, dan babi hutan.
Suku ini tinggal tak jauh dari Rio Napo yang bersebelahan dengan Sungai Amazon yang berbatasan dengan Peru. Fotografer asal Inggris Pete Oxford mengalami rasanya tinggal bersama suku terasing itu. Tinggal bersama mereka membawa pengalaman berharga buat Oxford. ”Suku Indian Huaorani adalah orang hutan yang sangat menyatu dengan alam,” katanya. ”Namun sekarang mereka harus menghadapi perubahan radikal dari budaya seiring eksplorasi minyak di kawasan permukiman mereka,” katanya seperti dilansir Daily Mail.
Suku Huaorani yang juga akrab disebut Waorani atau Waos adalah suku asli Amerindian yang punya bahasa sendiri. Mereka bahkan tidak mengenal bahasa Quechua yang menjadi bahasa ibu Ekuador. ”Salah satu kebahagiaan saya adalah menghabiskan waktu bersama orang yang sama sekali berbeda dari saya. Saya sadar, ketika saya mengunjungi orang asing, maka sayalah yang menjadi asing buat mereka,” kata Oxford. (Daily Mail/tia)

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
