Topan Doksuri melanda Provinsi Fujian, Tiongkok pada Jumat (28/7).
JawaPos.com–Topan Doksuri melanda Provinsi Fujian, salah satu provinsi di pesisir selatan Republik Rakyat Tiongkok pada Jumat (28/7). Topan tersebut membawa hujan lebat dan embusan angin kencang yang mengguncang kabel listrik, menumbangkan pohon, dan memaksa pabrik dan pusat perbelanjaan tutup.
Dilansir dari South China Morning Post, itu merupakan topan paling kuat yang melanda Provinsi Fujian dalam lebih dari 70 tahun hingga menyebabkan 124.400 penduduk dievakuasi. Badai diperkirakan membawa hujan ekstrem ke Beijing dan daerah sekitar, mungkin menyaingi hujan pada 2012 yang menewaskan 79 orang.
Menurut Pusat Meteorologi Tiongkok, kecepatan angin Doksuri mencapai 85,1 mph (137 km per jam) pada pukul 1 siang waktu setempat. Curah hujan setiap jam di Xiamen, Quanzhou, dan Putian melebihi 50 mm.
”Seluruh Xiamen tidak masuk kerja. Tidak ada mobil di jalan, dan pabrik serta pusat perbelanjaan tutup,” kata seorang penduduk Xiamen yang bermarga Zhuang yang dikutip dari The Guardian.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan kabel listrik menyala dan meledak kemudian menjadi api di Jinjiang, sebuah kota berpenduduk 2 juta jiwa. Di Quanzhou pohon-pohon besar tumbang dan ditinggalkan di tengah jalan.
Suara seorang perempuan di latar belakang salah satu video tersebut berteriak. ”Begitu banyak pohon tumbang. Beberapa dipecah. Ini berantakan. Ini terlalu banyak. Itu mengerikan,” dikutip dari The Guardian.
Video menunjukkan angin kencang meniup pembakar dupa besar di tanah di sebuah kuil di Jianjiang. Warga membuat penghalang darurat di pintu untuk menghentikan hujan agar tidak membanjiri apartemen. Menurut penuturan penduduk setempat, terdapat pemadaman listrik dan air di beberapa daerah.
Menurut peramal cuaca setempat, Doksuri akan bergerak ke utara membawa hujan lebat ke 10 provinsi. Pergerakan dimulai di atas Provinsi Anhui yang merupakan daerah penghasil padi utama RTT.
Doksuri akan menghujani tanaman jagung, beras, kacang kedelai, dan kapas yang sedang berkembang. Analis mengatakan, saat itu, Doksuri akan melemah tetapi tetap perlu mengawasi potensi kerusakan tanaman.
Topan Doksuri meninggalkan gelombang kematian dan kehancuran saat bergerak dari Filipina ke Taiwan. Badai memutus aliran listrik ke ratusan ribu rumah di Taiwan selatan, mendorong pihak berwenang menutup bisnis dan memperingatkan angin kencang, tanah longsor, dan banjir.
Peringatan badai berkekuatan angin dikeluarkan di Pulau Penghu dan Kinmen Taiwan, di mana penduduk diperingatkan untuk bersiap menghadapi embusan lebih dari 96 mph.
Badai memutus aliran listrik ke lebih dari 278.000 rumah di seluruh Taiwan dan menumbangkan ratusan pohon di Kaohsiung. Curah hujan lebih dari 1 meter tercatat di bagian timur dan selatan pegunungan pulau.
Lebih dari 200 penerbangan domestik dan internasional ditangguhkan atau ditunda pada Jumat (28/7) dan layanan kereta api antara Taiwan selatan dan timur pun turut dihentikan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
