Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Juli 2023 | 16.58 WIB

UNESCO Ingatkan Kesetaraan pada Peringatan Hari Internasional Nelson Mandela

Nelson Mandela saat masih hidup bersama Perdana Menteri Gro Harlem Brundtland di Oslo, Norwegia pada Desember 1993. - Image

Nelson Mandela saat masih hidup bersama Perdana Menteri Gro Harlem Brundtland di Oslo, Norwegia pada Desember 1993.

JawaPos.com - Nelson Rolihlahla Mandela lahir di Transkei, Afrika Selatan pada 18 Juli 1918. Mandela mengenyam pendidikan di Universitas Fort Hare dan Universitas Witwatersrand dan dia belajar ilmu hukum.

Dalam riwayat hidupnya, Mandela kerap kali keluar masuk penjara karena mempertahankan idealisme politiknya tentang kesetaraan ras. Selama bertahun-tahun menghabiskan di penjara, reputasi Mandela semakin bertumbuh. Dia diterima secara luas sebagai pemimpin kulit hitam paling relevan di Afrika Selatan dan menjadi simbol perlawanan yang kuat saat gerakan anti-apartheid mengumpulkan kekuatan.

Gerakan anti-apartheid adalah gerakan yang menolak sistem pemisahan ras berdasarkan warna kulit yang terjadi di Afrika Selatan pada era 1980-an hingga 1990-an awal. Mandela secara konsisten menolak untuk menukar idealisme politiknya untuk mendapatkan kebebasan keluar dari penjara.

Karena kegigihannya, Nelson Mandela akhirnya dibebaskan pada 11 Februari 1990. Setelah dibebaskan, dia memberikan seluruh jerih payahnya dengan sepenuh hati ke dalam perjuangannya untuk mencapai tujuan yang dia dan orang lain telah usahakan selama hampir empat dekade lamanya.

Pada 1991, dalam konferensi nasional pertama ANC (Kongres Nasional Afrika) yang diadakan di Afrika Selatan setelah organisasi tersebut dilarang pada 1960, Mandela terpilih sebagai Presiden ANC. Sementara teman dan koleganya yang paling setia, Oliver Tambo, menjadi Ketua Nasional organisasi tersebut.

Nelson Mandela mendapatkan penghargaan Nobel Perdamaian pada 10 Desember 1993 di Norwegia ketika Upacara Penghargaan Hadiah Nobel Perdamaian di Balai Kota Oslo.

Pria yang memiliki nama lain yakni nama adopsi bernama David Motsamayi ketika masih memperjuangkan idealisme politiknya ini meninggal dunia pada 5 Desember 2013 di kediamannya di Johannesburg.

UNESCO memperingati Hari Internasional Nelson Mandela setiap 18 Juli sebagai peringatan mendiang Mandela yang memiliki komitmen mendalam terhadap keadilan, hak asasi manusia, dan kebebasan untuk setiap orang.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore