
TOKOH: Duta Besar Rusia untuk PBB Vitaly Churkin.
JawaPos.com – Sehari menjelang ulang tahun ke-65, Duta Besar Rusia untuk PBB Vitaly Churkin tutup usia. Pada Senin pagi (20/2), diplomat senior Negeri Beruang Merah itu tiba-tiba terjatuh di ruang kerjanya di kantor diplomatik Rusia Kota New York, Negara Bagian New York, Amerika Serikat (AS). Dia sempat dilarikan ke Presbyterian Hospital, tetapi tidak tertolong.
Sergei Ordzhonikidze, salah seorang diplomat Rusia di New York, menjelaskan bahwa Churkin meninggal akibat serangan jantung. Namun, dalam keterangan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Rusia, tidak disebutkan penyebab kematian tokoh kelahiran Kota Moskow tersebut. ’’Diplomat andal. Pribadi yang luar biasa. Sosok yang hebat. Kami sangat kehilangan,’’ tulis Maria Zakharova, juru bicara Kemenlu Rusia.
Presiden Rusia Vladimir Putin pun langsung menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Churkin begitu mendengar kabar meninggalnya salah seorang diplomat andalan tersebut. ’’Presiden merasa kehilangan,’’ terang Kremlin.
Sekjen PBB Antonio Guterres juga merasa kehilangan mitra yang berpengalaman. Sebagai penghormatan terakhir kepada Churkin, Sidang Umum PBB melakukan hening cipta pada Senin lalu.
Churkin, wakil Rusia di PBB sejak 2006, dikenal sebagai diplomat yang tangguh. Belakangan, dia rajin membela kebijakan Kremlin terkait dengan Ukraina dan Syria. Bahkan, dia pernah bersitegang dengan beberapa diplomat Barat yang mengkritisi sikap Kremlin di Ukraina dan Syria. Salah satunya adalah diplomat AS Samantha Power yang ketika itu menjabat duta besar AS di PBB.
Tentang keberpihakan Rusia terhadap rezim Presiden Bashar Al Assad di Syria, Churkin menegaskan bahwa Damaskus tidak salah. Yang dilakukan Assad hanyalah melindungi negerinya dari teroris. Karena itu, Kremlin mendukung segala upaya rezim Assad dalam membela diri. Itulah yang membuat bapak dua anak tersebut enam kali memveto rumusan sanksi Dewan Keamanan (DK) PBB untuk Syria.
Meski sering terlibat perdebatan sengit dalam forum PBB, meninggalnya Churkin membuat Power sedih. Lewat Twitter-nya, perempuan 46 tahun itu merasa sangat kehilangan. Bahkan, dia menyebut lawan debatnya tersebut sebagai maestro yang sangat penuh perhatian. ’’Dia melakukan segala hal yang bisa dilakukan untuk menjembatani perbedaan AS dengan Rusia,’’ ungkapnya.
Bukan hanya AS, negara-negara anggota PBB yang lain pun merasa kehilangan Churkin. Terutama mereka yang pernah bekerja sama dengan suami Irina tersebut. Di antaranya adalah Francois Delattre dari Prancis dan Matthew Rycroft asal Inggris. Dua diplomat itu menyebut Churkin sebagai panutan. Sebab, meski kaya pengalaman, Churkin tidak pernah menganggap remeh orang lain. (AFP/Reuters/CNN/hep/c14/any/tia)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
