
DIDEKATKAN LUKA: Sama-sama memiliki bekas luka akibat serangan air keras membuat Prashant Pingale dan Aarti Thakur saling mencintai.
JawaPos.com - Aktivitas Prashant Pingale sebagai survivor serangan air keras membawa berkah. Dia ketemu jodoh saat sama-sama aktif mengampanyekan gerakan peduli korban dan penyintas serangan air keras. Juni nanti, mereka mengukuhkan hubungan dalam pernikahan.
------------------------
’’Itu cinta pada pandangan pertama,” kata Pingale tentang kekasihnya, Aarti Thakur. Dia masih ingat betul kali pertama perempuan berambut panjang itu menyita perhatiannya. Saat itu, Thakur menjadi pembicara dalam pertemuan rutin Acid Survivors Foundation India (ASFI).
Pakaian yang sang kekasih pakai pada Januari 2012 itu pun masih Pingale ingat dengan jelas. Celana jins hitam dan atasan berwarna pink.
Bagi Pingale, Thakur terlihat sangat sempurna. Luka bekas siraman air keras yang terlihat jelas di leher perempuan asal Kota Mumbai itu tidak membuat kecantikannya berkurang di mata Pingale.
Sebaliknya, kisah di balik bekas luka permanen itu membuat Pingale tambah jatuh cinta. ’’Dia disiram air keras oleh seorang pria ketika sedang menunggu kereta. Itu serangan ketiga dalam kurun waktu dua bulan,” katanya.
Detail kisah sedih Thakur tentang siraman air keras yang sempat membuatnya terpuruk sepanjang 2012 terekam dengan runtut di ingatan Pingale. Dia benar-benar jatuh cinta.
’’Sejak mendengar suaranya yang lantang dan tegas, saya seperti menemukan cinta sejati saya. Saat itu juga saya memutuskan untuk menjadikan dia pendamping hidup,” papar Pingale kepada CNN akhir pekan lalu.
Dalam pertemuan rutin itu, Pingale pun lantas memperkenalkan dirinya kepada Thakur. Perkenalan tersebut tidak membuat Pingale istimewa bagi Thakur. ”Saya pernah punya tunangan. Kami sudah menjalani hubungan (pertunangan) selama lima tahun. Tapi, dia meninggalkan saya tak lama setelah saya disiram air keras. Dia tidak mau bertemu saya lagi. Bahkan, tak mau menerima telepon saya,” kata Thakur.
Kecewa, terluka, dan patah hati dengan sang mantan tunangan membuat Thakur tidak gampang tertarik pada pria. Dia benar-benar membentengi perasaannya. Dia jera jatuh cinta.
Memilih mengabaikan urusan hati, Thakur sengaja menyibukkan diri dengan kegiatan ASFI. Kecakapannya berbicara di depan publik membuat dia sering didaulat menjadi wakil penyintas serangan air keras India di forum internasional.
Pada November 2015, Thakur menjadi pembicara dalam pertemuan Human Rights Law Network. ’’Saya menjadi target serangan air keras sejak menolak lamaran putra seorang tuan tanah,” katanya pada awal pidato. Kalimat itu hampir selalu dia pakai sebagai pembuka pidato saat didapuk jadi pembicara. Di India, juga Pakistan dan Afghanistan serta Bangladesh, asmara menjadi penyebab utama serangan air keras.
Ketika Thakur sibuk keliling dunia, menyuarakan haknya sebagai penyintas serangan air keras bersama ASFI, Pingale sibuk mencari cara untuk merebut hati sang pujaan. Memahami latar belakang Thakur yang pernah gagal membina hubungan asmara, Pingale lantas minta masukan dari seorang teman. Kebetulan, teman tersebut juga kenal baik dengan Thakur.
Atas saran sang teman, Pingale pun lantas memakai jurus langsung lamar. Ya, dia melamar Thakur dalam kencan pertama mereka di Pantai Juhu. Tapi, tentu saja semua itu dilakukan setelah sang teman yang dia tunjuk menjadi juru bicara menyampaikan maksud hatinya kepada Thakur. Saat Thakur menunjukkan sinyal tak menolak, dijadwalkanlah kencan pertama sekaligus acara lamaran tersebut.
Persiapan langsung dikebut. Pada kencan romantis di tepian salah satu pantai terkenal Mumbai itu, Pingale pun mengutarakan isi hatinya. Thakur hanya membisu. Di hadapan para kerabat dan teman serta banyak pasangan muda lain yang sedang menikmati semilir angin Laut Arabia itu, Pingale dibuat menunggu. ’’Saya belum siap menerima atau memercayai seseorang. Beri saya waktu,” kata Thakur akhirnya.
Meski misinya belum berhasil, Pingale tak putus asa. Dia tetap gigih memperjuangkan cintanya. Mereka berdua menjadi jauh lebih akrab. Thakur pun kemudian jadi lebih mengenal pria yang memujanya itu. Kisah heroik Pingale di balik serangan air keras yang membuat lebih dari separo kulit tubuhnya melepuh itu sukses menyentuh hati Thakur.
”Dia terkena siraman air keras karena melindungi adiknya. Padahal, saat terjadi serangan air keras, biasanya orang-orang akan lari menyelamatkan diri mereka lebih dulu,” kata Thakur tentang Pingale.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
