Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 Mei 2017 | 13.55 WIB

Tawarkan Green Card AS bagi Investor

TAWARAN: Salah satu iklan investasi ke Amerika. - Image

TAWARAN: Salah satu iklan investasi ke Amerika.


JawaPos.com - Senyampang berada di lingkaran kekuasaan, harus bisa menghasilkan keuntungan semaksimal-maksimalnya. Kira-kira prinsip itulah yang diterapkan keluarga Jared Kushner, menantu Presiden AS Donald Trump. Sebab, belakangan beredar iklan yang menawarkan green card alias izin tinggal di AS secara instan bagi siapa saja yang berinvestasi minimal USD 500 ribu (sekitar Rp 6,6 miliar) di Kushner Companies.



Yang berada di balik iklan tersebut adalah Nicole Kushner, saudara perempuan Jared. Dia datang ke Hotel Ritz-Carlton, Beijing, Tiongkok, Sabtu (6/5) untuk mencari investor proyek pembangunan kompleks apartemen 1 Journal Square. Nilai proyek yang dikerjakan Kushner Companies dan KABR Group di New Jersey, AS, itu mencapai USD 976,4 juta atau setara dengan Rp 13,014 triliun.



Rencananya, 15 persen atau setara dengan USD 150 juta (Rp 1,99 triliun) dari proyek tersebut didanai melalui program EB-5. Itu adalah program pemberian visa untuk orang asing yang berinvestasi di AS. Dalam program tersebut, untuk mendapatkan green card, mereka harus berinvestasi minimal USD 1 juta (Rp 13,3 miliar) atau USD 500 ribu jika investasi dilakukan di wilayah-wilayah yang tingkat penganggurannya tinggi.



’’Berinvestasilah USD 500 ribu dan bermigrasi ke AS,’’ bunyi tulisan yang mengiklankan acara mencari investor itu di Hotel Ritz-Carlton. Acara tersebut terbuka untuk umum. Jurnalis Washington Post dan New York Times sempat ikut masuk sebelum akhirnya diusir ke luar.



EB-5 merupakan program yang masuk dalam Undang-Undang Imigrasi Tahun 1990. Namun, program itu menuai banyak kontroversi. Legislator AS menyatakan bahwa program tersebut seperti menjual kewarganegaraan AS kepada orang-orang berkantong tebal. Pada 2014, sekitar 90 persen yang mengajukan visa melalui program EB-5 itu berasal dari Tiongkok.



Sebelum menjadi presiden, Trump kerap memanfaatkan program tersebut untuk menarik investor di bisnis properti miliknya. Begitu pula dengan Jared Kushner. Namun, setelah menjadi President of the United States (POTUS), Trump berjanji memperketat aturan untuk mendapatkan visa.



Para investor yang hadir dalam acara yang diselengarakan agen imigrasi Tiongkok, Qiaowai, itu diberi tahu agar segera berinvestasi. Sebab, ada kemungkinan kebijakan EB-5 tersebut berubah. Salah satunya, menaikkan batas minimal investasi. Sepertinya, agar investor kian percaya, Nicole menyebut-nyebut nama kakaknya.



’’Pada 2008, saudara lelaki saya –Jared Kushner– bergabung dengan perusahaan keluarga sebagai CEO dan baru-baru ini dirinya pindah ke Washington untuk bergabung di pemerintahan,’’ terang Nicole.



Perwakilan Kushner Companies akan berkeliling Tiongkok untuk memberikan tawaran serupa. Kemarin (7/5) mereka berada di Four Seasons Hotel, Shanghai. Sama seperti saat di Beijing, para jurnalis dilarang masuk. Minggu depan promosi investasi dilakukan di Shenzhen dan Guangzhou.



Blake Roberts, pengacara Jared Kushner, langsung memberikan konfirmasi terkait dengan pemberitaan di berbagai media. Dia menegaskan, Jared tak lagi terlibat dalam perusahaan keluarganya setelah bergabung sebagai salah seorang penasihat senior Trump pada Januari lalu. Termasuk di antaranya dalan proyek Journal Square. (Reuters/AFP/CNN/sha/c22/any)






Editor: Dwi Shintia
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore