Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 5 Juni 2017 | 23.46 WIB

Kabar Dari Marawi, Baru 134 Warga Bisa Dievakuasi

CUMA EMPAT JAM: Petugas bersiaga untuk mengevakuasi warga kota Marawi selama gencatan berlangsung. Sayang, hanya 134 orang yang bisa diangkut dari kota yang dikuasai kelompok militan Maute tersebut. - Image

CUMA EMPAT JAM: Petugas bersiaga untuk mengevakuasi warga kota Marawi selama gencatan berlangsung. Sayang, hanya 134 orang yang bisa diangkut dari kota yang dikuasai kelompok militan Maute tersebut.


JawaPos.com - Krisis keamanan di Kota Marawi, Provinsi Lanao del Sur, Pulau Mindanao, Filipina, segera berakhir. Demikian keyakinan Presiden Rodrigo Duterte setelah pemerintah dan militan menyepakati gencatan senjata pada Sabtu (3/6). Sayangnya, rehat tempur selama empat jam kemarin (4/6) itu tidak seefektif bayangan semua pihak.



Seharusnya gencatan senjata berlangsung mulai pukul 08.00 waktu setempat sampai tengah hari atau pukul 12.00 waktu setempat. Kemarin, tepat pukul 08.00, sirene tanda gencatan senjata meraung-raung di seluruh Marawi. Penduduk yang tinggal di wilayah terpencil atau yang selama ini terjebak pertempuran pun bergegas menuju mobil-mobil evakuasi. Ya, tujuan gencatan senjata memang evakuasi warga.



’’Target kami adalah mengevakuasi sekitar seribu warga sipil hari ini,’’ kata Wali Kota Marawi Majul Gandamra sebelum tanda gencatan senjata berbunyi. Total sekitar 2.000 warga masih terperangkap di Marawi sejak pecah pertempuran sengit antara militer Filipina (AFP) dan militan. Kemarin, di tengah gencatan senjata, aparat hanya bisa mengevakuasi 134 warga. Jumlah tersebut sangat jauh dari target.



AFP menyalahkan militan atas gagalnya agenda evakuasi warga sipil kemarin. ’’Sekitar pukul 09.00 terdengar baku tembak. Warga yang sudah bersiap mengungsi pun ketakutan karena mengira gencatan senjata buyar. Mereka lantas kembali ke rumah masing-masing,’’ terang sumber AFP kemarin. Padahal, aparat sudah menyiapkan evakuasi masal dengan sangat matang. Termasuk menyiapkan kendaraan-kendaraannya.



Baku tembak di Barangay Banggolo itu membuat warga urung mengungsi. Sampai batas waktu gencatan senjata berakhir, total hanya 134 penduduk yang dievakuasi. Jumlah tersebut bahkan lebih kecil dari evakuasi hari-hari sebelumnya tanpa gencatan senjata. ’’Sebenarnya gencatan senjata hari ini (kemarin, Red) sukses. Baku tembak pukul 09.00 itu terjadi di lokasi yang jauh dari titik evakuasi,’’ jelas Irene Santiago, staf khusus Duterte.



Santiago yang dipercaya Duterte menciptakan koridor perdamaian di Marawi optimistis gencatan senjata masih bisa dilanjutkan. ’’Kami akan bernegosiasi kembali dengan (militan, Red) Maute untuk gencatan senjata selanjutnya. Kami harap gencatan senjata terjadi lagi besok (hari ini),’’ tutur ketua eksekutif Mindanao Commission on Women (MCW) tersebut.



Dickson Hermoso, penasihat khusus kepresidenan untuk urusan perdamaian, menyatakan bahwa pemerintah bernegosiasi langsung dengan Abdullah Maute soal gencatan senjata. Abdullah merupakan salah seorang pendiri Daulah Islamiyah, cikal bakal kelompok militan Maute. ’’Dia tidak mengajukan syarat apa pun dalam gencatan senjata kali ini. Kami tidak tahu apa yang melatarbelakangi motifnya sepakat gencatan senjata,’’ ujarnya.



Hermoso menduga, Abdullah sepakat menghentikan pertempuran sejenak demi kemanusiaan. Seperti Santiago, dia yakin gencatan senjata harian itu bisa diperpanjang selama beberapa hari. Setidaknya sampai 2.000 warga sipil yang selama 13 hari terakhir terjebak di Marawi tanpa makanan dan minuman memadai bisa mengungsi ke tempat lain.



Begitu seluruh warga sipil mengungsi, sesuai dengan arahan Duterte, AFP bakal langsung membombardir Marawi. ’’Semua akan berakhir dalam waktu tiga hari,’’ tegas pemimpin 72 tahun tersebut saat menengok para personel militer yang menjadi korban dalam pertempuran di Marawi. Dia tidak segan memerintahkan aksi udara untuk menghancurkan sarang militan. (AFP/Reuters/ABS-CBN/inquirer/hep/c14/any)


Editor: Dwi Shintia
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore