Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 September 2017 | 22.56 WIB

Akhirnya, Perempuan Saudi Boleh Nyetir Mobil Sendiri

DIPENJARA GARA-GARA NYETIR: Manal al-Sharif saat menyetir mobil di Dubai, Oktober 2013. - Image

DIPENJARA GARA-GARA NYETIR: Manal al-Sharif saat menyetir mobil di Dubai, Oktober 2013.

JawaPos.com – Akhirnya, perempuan Arab Saudi mendapatkan hak yang selama ini mereka perjuangkan. Bisa nyetir kemana-mana sendiri. Ya, Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan keputusan yang mengizinkan perempuan Arab untuk bisa berpergian kemana saja tanpa sopir. Alias, nyetir sendiri.


Kementerian Luar Negeri Saudi mengumumkan keputusan itu via akun Twitter resmi mereka. Sebuah komite sudah dibentuk untuk melaksanakan keputusan tersebut dan akan memberikan rekomendasi dalam waktu 30 hari. Kemudian, peraturan itu akan berlaku pada 24 Juni 2018.


Arab Saudi adalah satu-satunya negara di dunia yang melarang perempuan memiliki surat izin mengemudi dan mengendarai mobil sendiri. ”Ini adalah hari besar bersejarah di kerajaan kita,” ujar Pangeran Khaled bin Salman, duta besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat, pada Rabu (27/9).


Izin mengemudi tampaknya sepele. Tetapi, bagi para aktivis perempuan yang memperjuangkannya, ini adalah keputusan besar. Manal al-Sharif, salah seorang perempuan di balik kampanye Women2Drive, merayakan kemenangan tersebut dengan memasang foto dirinya di belakang kemudi sebuah mobil di akun Twitternya.


Sharif, yang sekarang tinggal di Australia, dipenjara di Arab Saudi pada 2011 setelah memasang video di YouTube saat mengemudi. Mengenakan jilbab hitam dan kacamata hitam saat merekam dirinya sedang nyetir, Sharif bahkan mendapatkan ancaman pembunuhan gara-gara aksinya tersebut. Namun, alih-alih meredamnya, Sharif kemudian memulai kampanye Women2Drive.


Liesl Gerntholtz, direktur eksekutif Divisi Hak-hak Perempuan di HAM Internasional kalau keputusan Saudi itu adalah langkah yang sangat penting. ”Larangan mengemudi ini hanyalah satu dari serangkaian undang-undang dan kebijakan yang luas yang mencegah perempuan melakukan banyak hal di Saudi,” katanya.


Pencabutan larangan tersebut dinilai pengamat akan memberikan implikasi besar bagi ekonomi Saudi. Serta akan membuka kesempatan lebih luas bagi perempuan untuk bekerja. Keputusan itu juga merupakan langkah terbaru dari serangkaian perubahan yang telah terjadi di Arab Saudi sejak bangkitnya Putra Mahkota Mohammed bin Salman, 32.


Putra mahkota, yang dikenal dengan singkatan MBS itu adalah ujung tombak rencana ambisius untuk mereformasi dan mengubah ekonomi Saudi sampai 2030. Dan salah satu tujuan besar mereka adalah meningkatkan jumlah perempuan yang bekerja.(*)

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore