
DIPENJARA GARA-GARA NYETIR: Manal al-Sharif saat menyetir mobil di Dubai, Oktober 2013.
JawaPos.com – Akhirnya, perempuan Arab Saudi mendapatkan hak yang selama ini mereka perjuangkan. Bisa nyetir kemana-mana sendiri. Ya, Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan keputusan yang mengizinkan perempuan Arab untuk bisa berpergian kemana saja tanpa sopir. Alias, nyetir sendiri.
Kementerian Luar Negeri Saudi mengumumkan keputusan itu via akun Twitter resmi mereka. Sebuah komite sudah dibentuk untuk melaksanakan keputusan tersebut dan akan memberikan rekomendasi dalam waktu 30 hari. Kemudian, peraturan itu akan berlaku pada 24 Juni 2018.
Arab Saudi adalah satu-satunya negara di dunia yang melarang perempuan memiliki surat izin mengemudi dan mengendarai mobil sendiri. ”Ini adalah hari besar bersejarah di kerajaan kita,” ujar Pangeran Khaled bin Salman, duta besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat, pada Rabu (27/9).
Izin mengemudi tampaknya sepele. Tetapi, bagi para aktivis perempuan yang memperjuangkannya, ini adalah keputusan besar. Manal al-Sharif, salah seorang perempuan di balik kampanye Women2Drive, merayakan kemenangan tersebut dengan memasang foto dirinya di belakang kemudi sebuah mobil di akun Twitternya.
Sharif, yang sekarang tinggal di Australia, dipenjara di Arab Saudi pada 2011 setelah memasang video di YouTube saat mengemudi. Mengenakan jilbab hitam dan kacamata hitam saat merekam dirinya sedang nyetir, Sharif bahkan mendapatkan ancaman pembunuhan gara-gara aksinya tersebut. Namun, alih-alih meredamnya, Sharif kemudian memulai kampanye Women2Drive.
Liesl Gerntholtz, direktur eksekutif Divisi Hak-hak Perempuan di HAM Internasional kalau keputusan Saudi itu adalah langkah yang sangat penting. ”Larangan mengemudi ini hanyalah satu dari serangkaian undang-undang dan kebijakan yang luas yang mencegah perempuan melakukan banyak hal di Saudi,” katanya.
Pencabutan larangan tersebut dinilai pengamat akan memberikan implikasi besar bagi ekonomi Saudi. Serta akan membuka kesempatan lebih luas bagi perempuan untuk bekerja. Keputusan itu juga merupakan langkah terbaru dari serangkaian perubahan yang telah terjadi di Arab Saudi sejak bangkitnya Putra Mahkota Mohammed bin Salman, 32.
Putra mahkota, yang dikenal dengan singkatan MBS itu adalah ujung tombak rencana ambisius untuk mereformasi dan mengubah ekonomi Saudi sampai 2030. Dan salah satu tujuan besar mereka adalah meningkatkan jumlah perempuan yang bekerja.(*)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
