
SOROT: Seorang kamerawan TV merekam PM Jepang Shinzo Abe yang mendengarkan pertanyaan-pertanyaan mengenai pidato kebijakannya dari seorang anggota parlemen dalam sidang pleno majelis rendah parlemen di Tokyo pada 20 November 2017.
JawaPos.com - Saat Jerman, Prancis, dan banyak negara lain kebanjiran pengungsi dari negara-negara berkonflik, tidak demikian halnya dengan Jepang. Selama semester pertama tahun ini, hanya tiga pengungsi yang diterima.
Karena itu, Kepala Badan Pengungsi PBB (UNHCR) Filippo Grandi mendesak negara yang dipimpin Perdana Menteri (PM) Shinzo Abe tersebut agar bisa melonggarkan proses penyaringan pengungsi dan menerima lebih banyak lagi.
Pernyataan Grandi itu dilontarkan di Japan National Press Club, Tokyo, kemarin (20/11). Jepang merupakan salah satu negara maju yang paling sedikit menerima pengungsi. Tahun lalu mereka hanya menerima 28 orang.
Padahal, ada 10.091 pengungsi yang mengajukan aplikasi. Sejak 2008, Jepang hanya menerima 152 pengungsi. Mayoritas berasal dari etnis Karen dari Myanmar yang tinggal di kamp pengungsian di Thailand dan Malaysia.
”Jumlah itu sangat kecil, 20–30 pengungsi per tahun. Saya telah meminta pemerintah Jepang untuk mempertimbangkan apakah jumlah tersebut bisa ditingkatkan,” ujar Grandi. Sebagai perbandingan, AS pada tahun fiskal 2017 menargetkan menerima 110 ribu pengungsi.
Jerman dan Turki menerima ribuan pengungsi dari Syria. Bangladesh yang merupakan negara miskin saja telah menjadi rumah bagi sekitar 1 juta penduduk Rohingya.
Pemerintah Jepang berdalih, mayoritas pencari suaka di negaranya hanya mencari pekerjaan, bukan karena hidupnya dalam bahaya di negara asalnya. Di Jepang memang ada kebijakan khusus bagi orang dengan status pengungsi. Yaitu, izin kerjanya bisa diperbarui dengan mudah. Hal tersebut berbeda dengan orang asing yang memang berniat bekerja di Jepang.
Bantuan yang dikucurkan Jepang ke UNHCR juga terus menurun. Hingga 2 Oktober lalu, Jepang tercatat sebagai pendonor terbesar keempat. Mereka memberikan USD 152 juta (setara Rp 2,05 triliun). Padahal, empat tahun lalu Jepang adalah pendonor terbesar kedua. (*)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
