Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 November 2017 | 08.00 WIB

Fakta-Fakta Mengenai Kapal Selam Argentina yang Lenyap

POSISI BELUM DIKETAHUI: Kapal selam ARA San Juan difoto saat meninggalkan Pelabuhan Buenos Aires, Argentina, Juni 2014. - Image

POSISI BELUM DIKETAHUI: Kapal selam ARA San Juan difoto saat meninggalkan Pelabuhan Buenos Aires, Argentina, Juni 2014.

JawaPos.com - Upaya untuk menemukan kapal selam Argentina yang hilang sejak Rabu (15/11) terus berlanjut. Angkatan Laut (AL) Argentina melipatgandakan kekuatan untuk menemukan kapal selam yang tidak diketahui keberadaannya itu.


”Kami telah melipatgandakan usaha pencarian, baik di permukaan dan di bawah air, dengan 10 pesawat terbang,” kata Gabriel Galeazzi, juru bicara pangkalan angkatan laut Argentina Mar Del Plata.


Kapal dan pesawat terbang dari setidaknya tujuh negara juga sedang menjelajahi Atlantik selatan untuk menemukan kapal selam ARA San Juan. Mereka mengaku sudah mendapatkan signal pertama dari kapal itu. Tetapi, itu belum cukup. Karena signalnya sangat lemah dan hanya bertahan dalam hitungan detik.


Berikut adalah fakta-fakta dari kapal tersebut.


Kapan terakhir kali terlihat?
San Juan terakhir terlihat Rabu (15/11) di Teluk San Jorge, beberapa ratus kilometer di lepas pantai wilayah Patagonia selatan Argentina. Namun pada Jumat (17/11), AL mengatakan bahwa mereka melakukan operasi untuk mencari San Juan.


Kapal selam tersebut mungkin telah mencoba untuk menghubungi pangkalan AL tujuh kali pada Sabtu (18/11). Sinyal yang diterima sedang dianalisis, namun masih belum bisa menentukan posisi kapal tersebut.


”Mereka memiliki sistem komunikasi satelit darurat,” kata William Craig Reed, penyelam dan pelaut AL Amerika Serikat kepada CNN. ”Bentuknya pelampung yang akan muncul ke atas dan mengirim sinyal. Mungkin itu yang terjadi,” katanya.



Apa kemungkinan buruknya?
”Kapal itu bisa saja mengalami semacam bencana besar," kata Reed. ”Tetapi, bisa saja tidak ada apa-apa dan hanya masalah kecil namun membuat mereka harus parkir di dasar laut,” sambungnya.


Tetapi, karena San Juan adalah kapal selam diesel, bukan kapal bertenaga nuklir, ia memiliki kehidupan yang terbatas di bawah air. Dan, waktu terus berjalan untuk San Juan dan 44 kru yang berada di dalamnya.


Reed mengatakan, kapal selam seperti San Juan bisa bertahan di laut sekitar sebulan. ”Tetapi, bukan berarti mereka memiliki 30 hari di bawah air. Itu bergantung pada terakhir kali mereka benar-benar mengisi ulang bahan bakar mereka, berapa lama lalu mereka menyegarkan udara, apa yang ada di dalam kapal selam,” ulasnya.


”Bila kapal tenggelam namun masih utuh, mereka akan memiliki oksigen sekitar seminggu sampai 10 hari,” kata Peter Layton, seorang rekan tamu di Griffith Asia Institute, Griffith University, Australia.


Seberapa sering kru biasanya melakukan kontak?
Dari sudut pandang kenyamanan kru, kapal akan sangat mungkin melakukan perjalanan sekitar 50 meter di bawah permukaan laut. ”Kemudian, kapal akan mengisi kembali oksigen dan bahan bakar sekali setiap 24 jam,” kata Layton. Namun, itu juga bergantung pada kondisi kapal.


Seberapa sulit menemukan kapal selam?
”Menemukan kapal yang dirancang agar tidak ditemukan lebih sulit dari pada kapal biasa,” kata Reed. ”Secara umum mereka dirancang untuk menjadi tidak terlihat. Mereka sulit dideteksi di bawah air,” sambungnya. (*)

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore