
Muharnis dan Elvis orang tua Muhammad Hadi, mahasiswa Universitas Al Azhar asal Sumbar yang ditahan di Mesir.Orang tua Nurul Islami menunjukkan anaknya yang ditahan di Mesir.
JawaPos.com - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Mesir tengah mengupayakan untuk membebaskan dua orang mahasiswa Universitas Al Azhar Kairo, Mesir asal Indonesia.
Kedua mahasiswa tersebut sejak 1 Agustus lalu ditahan oleh otoritas keamanan Mesir, karena memasuki daerah terlarang bagi orang asing yakni Samanud.
Dubes Indonesia di Kairo Helmy Fauzi mengaku, saat ini pihaknya telah mendapat konfirmasi informal bahwa kedua mahasiswa tersebut ditahan di Kantor Kepolisian Kota Aga.
Hal ini terus dikomunikasikan dengan pihak Kemenlu, Dinas Keamanan, dan aparat kemanaan Mesir. ”Kami juga mengirim lawyer (pengacara) untuk membebaskan mereka,” ucap Helmy seperti dilansir Padang Ekspres (Jawa Pos Group), Jumat (11/8).
Adapun kedua mahasiswa tersebut bernama Nurul Islami dan Muhammad Hadi. Kedua sama-sama berasal dari Kota Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar). Saat ini mereka kuliah di Universitas Al Azhar sudah di semester akhir.
Sementara dalam upaya pembebasan, sebut Helmy, besar kemungkinan kedua mahasiswa itu akan dideportasi. Dia mengatakan, sebelumnya KBRI telah mengeluarkan imbauan agar seluruh mahasiswa Indonesia untuk meninggalkan Samanud dan tidak lagi mondok, mengaji dan belajar ilmu agama dengan para ulama yang tidak berafiliasi dengan Al Azhar atau berseberangan dengan pemerintah Mesir.
Terkait kenapa bisa dua orang mahasiswa itu ditahan, karena mereka tengah berupaya mengambil sejumlah barang-barang milik yang tertinggal di Samanud. Sementara KBRI, kata Helmy telah menawarkan bantuan untuk memfasilitasi pengambilan barang-barang milik mahasiswa Indonesia yang masih tertinggal di Samanud.
Namun, para mahasiswa Indonesia tersebut menolak bantuan dan mengatakan bisa mengambil sendiri barang mereka yang tertinggal di sejumlah pemondokan di Samanud.
Helmy menjelaskan, umumnya madrasah tempat pengkajian agama di Samanud dipimpin dan diasuh oleh para sheikh atau ulama yang tidak berafiliasi dengan Al Azhar, dan bahkan dinilai berseberangan dengan pemerintah Mesir.
“Grand Sheikh Al Azhar sendiri telah mengimbau agar para mahasiswa yang selayaknya harus menimba ilmu di Al-Azhar dengan para ulama Al Azhar untuk meninggalkan Samanud dan tidak belajar ilmu agama dengan ulama non-Al Azhar di sejumlah madrasah di daerah tersebut,” jelas Helmy.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
