Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 Januari 2019 | 22.25 WIB

72 Ribu Orang Saksikan Pidato Terakhir Kaisar Jepang Akihito

Kaisar Jepang Akihito menyampaikan pidato tahun baru terakhirnya pada Rabu (2/1) sebelum turun tahta. Dia mengatakan kepada puluhan ribu simpatisan bahwa dia berdoa untuk perdamaian - Image

Kaisar Jepang Akihito menyampaikan pidato tahun baru terakhirnya pada Rabu (2/1) sebelum turun tahta. Dia mengatakan kepada puluhan ribu simpatisan bahwa dia berdoa untuk perdamaian

JawaPos.com - Kaisar Jepang Akihito menyampaikan pidato tahun baru terakhirnya pada Rabu (2/1) sebelum turun takhta. Dia mengatakan kepada puluhan ribu simpatisan bahwa dia berdoa untuk perdamaian.


Terdapat lebih dari 72 ribu orang berbondong-bondong datang ke istana sejak pagi. Pihak kekaisaran mengatakan, masih banyak orang yang tiba untuk melihat kaisar berusia 85 tahun untuk terakhir kalinya.


"Saya dengan senang hati merayakan tahun baru bersama Anda di bawah langit yang cerah," katanya kepada ribuan orang, banyak yang mengibarkan bendera Jepang dan meneriakkan 'Banzai' atau panjang umur.


"Saya berdoa untuk perdamaian dan kebahagiaan orang-orang di negara kita dan dunia," tambah Akihito yang ditemani oleh Permaisuri Michiko dan anggota keluarga lainnya.


Beberapa orang di kerumunan berteriak, "Terima kasih banyak," ketika Sang Kaisar melambaikan tangannya. Sementara yang lain menyanyikan lagu kebangsaan. Seorang perempuan di barisan depan meneteskan air mata saat dia memandang ke balkon.


Akihito mengejutkan Jepang pada 2016 ketika dia mengisyaratkan keinginannya untuk mundur karena alasan usia dan masalah kesehatannya.


Putra sulungnya, Putra Mahkota Naruhito, diatur untuk naik ke Takhta Krisan sehari setelah pengunduran diri ayahnya, melanjutkan pemerintahan keluarga kekaisaran tertua di dunia.


Status kaisar sensitif di Jepang mengingat sejarah perang abad ke-20 yang dilancarkan atas nama ayah Akihito, Hirohito, yang meninggal pada tahun 1989.


Akihito telah menggunakan pidatonya dan melakukan perjalanan untuk mengekspresikan pandangan pasifisnya yang kuat, yang sangat bertentangan dengan ekspansionisme agresif yang dilakukan Jepang di bawah pemerintahan ayahnya.


Akihito juga bekerja untuk membawa keluarga kerajaan lebih dekat kepada orang-orang dan sering mengunjungi masyarakat yang kurang beruntung dan keluarga yang dilanda bencana alam.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore