
Bahar dan HM beserta puteranya dipulangkan ke Indonesia pada 27 Maret 2018 lalu. Kasus Bahar bukan yang pertama terjadi di Arab Saudi
JawaPos.com - Ahmad Bahar tinggal seorang diri di Jeddah setelah kedua orangtuanya meninggal dunia. Ibunya merupakan warga negara Indonesia dan ayahnya berwarga negara Bangladesh.
Bahar yang lahir 7 Juli 2008 ini dirawat oleh sebuah keluarga di Arab Saudi di Makkah. Kemudian ia diserahkan kepada pihak kepolisian melalui seorang WNI yang bertujuan agar dapat dimasukan ke karantina imigrasi yang dikenal dengan sebutan Tarhil di Shumaisi untuk dipulangkan ke kampung halaman ibunya di Indonesia.
Kemudian, bocah berusia 10 tahun tersebut dibawa ke Kudai yang berjarak 4 km dari Masjidil Haram yang menjadi tempat para WNI legal berkumpul untuk meminta dibawa ke Tarhil. Sebelumnya, Bahar dititipkan kepada seorang ibu berinisal HM bersama anaknya.
Ibu tersebut bahkan menolak untuk menghindari masalah di kemudian hari. Namun, polisi yang menitipkan Bahar tadi memaksa untuk membawa serta bocah malang itu ke Tarhil dan mengakuinya sebagai anak kandungnya. Hal tersebut bertujuan agar mereka bisa diperoses dan dimasukkan dalam satu mahdlar (BAP) di sistem keimigrasian, kemudian dipulangkan bersama-sama.
Petugas Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) menemui Bahar di sebuah ruang tahanan imigrasi yang dikenal sebagai Tarhil Shumaisi di Jeddah, bersama HM dan anak kandungnya. Ibu Bahar sempat mengajukan permohonan SPLP kepada KJRI Jeddah sebelum meninggal dunia.
Saat ditanya petugas, Bahar hanya menunjukkan berapa helai kertas, salah satunya fotokopi surat perjalanan laksana paspor (SPLP) dan tertera nama Sarijah Nuryamin yang beralamat Desa Sikanco, Nasawungu, Cilacap Jawa Tengah.
Ibu Bahar, Sarijah Nuryamin, diketahui salah satu peserta amnesti 2017 yang akan pulang ke tanah air. Sebelumnya ia didiagnosa menderita tumor mata namun meninggal dunia sebelum sempat dipulangkan ke Indonesia.
Setelah melalui proses panjang, Bahar dan HM beserta puteranya dipulangkan ke Indonesia pada 27 Maret 2018 lalu. Kasus Bahar bukan yang pertama terjadi di Arab Saudi, hal ini sering dialami anak-anak hasil pernikahan tidak resmi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
